Rabu, 06 April 2016

Majalah Dinding Sekolah



Melihat majalah dinding di sekolah anak-anak sekarang ini membuatku kagum. Sekarang emang berbeda banget dengan dulu. Sekarang serba digital, mencari gambar juga makin mudah. Tinggal browsing gambar yang kita inginkan, muncul deh gambar-gambar yang bisa kita pilih. Setelah itu di print, gunting lalu tinggal ditempel di majalah dinding. 

Begitu juga saat membuat puisi atau cerpen, tinggal buka laptop, ketik-ketik sebentar, lalu print. Selesai! Hiasannya juga bagus-bagus sekali, itu majalah dinding kreatif ada banyak jenisnya seperti mading 2D, mading 3D bahkan ada mading bergerak. Wow! 

Nah, kalo majalah dinding waktu aku masih sekolah dulu, semua dikerjakan serba manual. Berbagai artikel yang ditempelkan di majalah dinding antara lain : puisi, cerita pendek, cerita humor ditulis tangan di kertas, dihias-hias pakai spidol dan dikumpulkan. Begitu juga untuk gambar, tentu menggambar dan mewarnai sendiri. 

Majalah dinding di sekolah waktu itu ya cuma satu saja, berbentuk papan panjang. Tiap kelas tentu kebagian tugas menyumbang beberapa artikel. Waktu SMP dulu, kebetulan sekali aku kebagian mengurus majalah dinding di sekolah, gara-gara ikutan jadi pengurus OSIS waktu itu. Jadi aku yang bertanggung jawab mengumpulkan artikel-artikel yang nantinya mau ditempel di majalah dinding.


Majalah dinding di sekolah kami akan diganti artikel-artikelnya setiap sebulan sekali. 
Secara umum, yang dipasang di majalah dinding waktu itu adalah : 
  • Gambar, ini biasanya buat teman-teman yang suka menggambar. 
  • Cerita pendek 
  • Cerita bersambung, cerita panjang yang dibuat menjadi beberapa bagian. Kalo ceritanya menarik pasti ditunggu-tunggu oleh teman-teman nih sambungan ceritanya. 
  • Puisi 
  • Cerita Lucu. 
  • Profil Guru. Nah ini bagianku dulu, mencatat data guru baik itu tanggal lahir, alamat, hobi dll. Akan dipasang satu profil guru secara bergiliran. 
  • Pengumuman sekolah, jika ada.

Yup, cuma itu aja sih biasanya, hiasannya juga sederhana banget saat itu. Cuma sebatas dihias-hias pake spidol aja sudah cukup, yang penting ada artikelnya, karena itu yang ditunggu-tunggu untuk dilihat oleh teman-teman. 

Waktu SMA malah nggak ada majalah dinding, apalagi waktu SD. Jadi cuma waktu SMP aja ada majalah dinding. Sayang nggak punya foto majalah dinding sekolahku dulu :D

Sekarang ini, majalah dinding sekolah anak-anak hiasannya bagus-bagus. Bahkan tiap tahun ada lomba menghias majalah dinding di sekolah anak-anak, dilombakan per kelas. Aku lihat sih masing-masing kelas punya tema sendiri-sendiri dan tentu saja hiasan majalah dindingnya nanti juga disesuaikan dengan temanya.



Contoh majalah dinding kreatif 

Sumber gb : http://gerbang.ubaya.ac.id/Rela-Tidur-di-Parkiran,--Berhasil-Bawa-Pulang--Gold-Trophy.html


Sebenarnya majalah dinding sekolah ini banyak manfaatnya lho, anak-anak bisa menyalurkan hobi nya seperti menggambar, menulis puisi atau cerpen. Mereka dilatih untuk menjadi semakin kreatif, menampilkan ide-ide baru yang menarik, bersosialisasi menjalin kerjasama dengan seluruh anggota tim. Selain itu mading sekolah juga berguna sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan murid.

Duh, mengingat saat-saat sekolah dulu kok jadi kangen pingin mengulang masa remaja itu #ciieee masa remaja ihiks. Iya sekarang kan sudah tuwir :D  





1 komentar:

  1. Iya, kalo liat majalah-majalah dinding yg dilombakan di Jawa Pos gitu, WOW banget ngeliatnya. Kebanyakan emang 3D. Keren banget pokoknya ya Mbak, kreatifitas anak2 sekarang.
    Btw, kayaknya saya baru mampir sekali ini deh ke blog Mbak Lianny yg satu ini. Hehe.. Blognya ada berapa ya, Mbak? :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...