Sabtu, 23 Januari 2016

Permainan Masa Kecilku


Putih-putih melati Ali Baba, 
Merah-merah delima Pinokio, 
Siapa yang baik hati Cindrellela,
Tentu disayang mama



Tau nggak lagu ini? Aku dulu sering menyanyikan lagu ini lengkap dengan gerakan-gerakannya bersama teman-teman. Jadi inget dengan permainan masa kecilku dulu, seru banget! Saat pulang sekolah, selesai ganti baju dan makan siang, aku biasanya main dengan teman-teman sebayaku di gang perumahan. Anak cewek dan anak cowok pada ngumpul rame-rame, main bareng. 

Permaianan apa yang biasanya kumainkan? Banyak! Main sepeda, rumah-rumahan, becak-becakan, masak-masakan, kelereng, congklak, petak umpet, lompat tali, benteng-bentengan, bola bekel, bongkar pasang, main yoyo, main hula hop dan masih banyak lagi. Pokoknya mainnya tuh banyak di luar rumah. Makanya sekarang suka gemes juga liat anak-anak sekarang kok mainannya di gadget melulu, padahal main bareng teman-teman itu seru banget lho.


5 permainan favoritku di masa kecil adalah :

Congklak
Permainan congklak ini dimainan 2 orang, aku biasanya menyebut permainan ini dengan dakon.
Congklak punya 2 perangkat yaitu papan congklak dan biji congklak yang jumlahnya 98 buah.  Papan congklak terdiri atas 16 lubang, terdiri dari 14 lubang yang punya posisi sejajar dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar terletak di bagian kedua ujung. Diantara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap baris berisi 7 lubang.Biji congklak ini biasanya berupa kerang atau plastik yang ditempatkan 7 buah pada masing-masing lubang yang sejajar. Asyik juga, permainan ini bermanfaat melatih daya hitung matematika bagi anak-anak.

Masak-masakan
Waktu aku kecil dulu main masak-masakannya pake daun, diiris-iris. Kadang bikin sambel dari buah kecil-kecil yang warnanya merah *lupa namanya hehe, ditaruh dicobek dan diuleg seperti sambal. Kemudian ampas parutan kelapa dibagi menjadi beberapa bagian, diberi pewarna hijau, kuning, merah dll. Peralatan masaknya ukuran kecil terbuat dari tanah liat. Kalo jaman sekarang kan banyak alat masak mainan dari plastik dengan bentuk aneka macam ya. Keren-keren sih, tapi menurutku tetep lebih seru masak-masakan jaman dulu :)
  



Bekel
Permainan ini bisa dimainkan sendiri ataupun beberapa orang. Terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel. Biji bekel ini biasanya berupa logam yang terbuat dari kuningan atau bahan timah dengan bentuk yang khas. Ada juga lho yang menggunakan biji bekel dari tutup botol minuman ringan.

Petak umpet
Petak umpet ini kadang disebut dengan kucing-kucingan. dimulai dari hompimpa untuk menentukan siapa yang jadi kucingnya (yang mencari teman-temannya yang sembunyi). Mata ditutup menghadap pohon atau tembok sampai hitungan kesepuluh, setelah itu bergerak mencari temna-temannya yang bersembunyi.
Nah, kalo main petak umpet ini sih masih sering main sewaktu anak-anak masih kecil. Sekarang mereka sudah ABG, jarang main petak umpet lagi. Yang umum-umum sih sembunyinya di kolong kasur atau di balik pintu hehehe. Tapi kadang-kadanag ngumpet di tempat tak terduga lho semisal di dalam kardus.

Lompat Tali 
Lompat tali ini seru, bisa dimainkan bareng-bareng anak perempuan dan anak laki-laki. Paling sedikit harus ada 3 orang. Dua orang memegang karet di kanan dan kiri, dan pemain lainnya yang melompati karet gelang. Tali yang digunakan berasal dari sambungan karet gelang. Jadi karet gelang disambung-sambung sehingga sangat panjang. Ketinggian karet berubah-ubah. Saat awal adalah sebatas lutut dan pinggang ( Saat ketinggian ini, pemain tidak boleh menyentuh karet ). Selanjutnya boleh mengenai tali, tetapi asalkan lompatan di atas tali dan tidak sampai terjerat tali , yaitu ketinggian sebatas dada, telinga, kepala, satu jengkal dari kepala, dua jengkal dari kepala dan seacungan atau hasta pemegang tali. Jika gagal maka pemain tadi akan menggantikan posisi temannya yang memegang tali.


Sumber gb : http://www.indogamers.com/

Dari lima permainan itu, yang paling paling paling kusenangi adalah main bola bekel. Kadang-kadang anak-anak minta mainan bareng aku. Tebak siapa yang menang? Ya pasti mamanya dong, kan mamanya pinter mainan ini hahaha *digetok rame-rame. Hampir selalu menang terus kalo main bekel bersama anak-anak. Kadang aku sengaja mengalah, aku kalah-kalain deh biar anak-anak menang, kasihan kan kalo mereka kalah melulu.

Eh kok mendadak ingat iklan yang di tv itu loh yg ada kata-kata : Anakku tidak akan menang jika aku mengalah, anakku akan menang jika dia bisa mengalahkanku. Kira-kira gitu deh kalimatnya seingatku.

Anak-anak kalo sudah menang dari aku rasanya girang banget.
“Hore, mama kalah!”
Aku cuma senyum-senyum aja. Lama-lama mereka makin jago kok main bekelnya, tanpa aku perlu mengalah. Tapi sudah setahun ini nggak main lagi, biji bekelnya ilang entah kemana, bolanya juga. Waktu mudik Desember bulan lalu, neneknya membelikan bola dan biji bekel buat mainan mereka, sayang banget ketinggalan di sana.

Kalau kuamati, biji bekel yang sekarang kualitasnya lain dengan dulu. Biji bekel jaman aku kecil dulu itu agak berat tapi halus banget buatannya. Kalau sekarang ringan, buatannya agak kasar, dan terlalu runcing jadi kalo kena runcingnya, tangan bisa sakit.

Permainan bekel ini bermanfaat untuk melatih ketrampilan tangan. Selain itu mengajarkan juga tentang kesabaran dan ketekunan. Permainan bekel ini yang terdiri dari beberapa tahapan bisa dimaknai secara mendalam. Seperti hidup, untuk mencapai satu hal yang besar diperlukan tahap demi tahap, selangkah demi selangkah untuk mencapai puncak kesuksesan.

Duh, mengenang permainan masa kecil kok jadi pingin mengulang masa-masa itu lagi. Tapi ya sudah nggak mungkin kan, kecuali punya mesin waktunya si Doraemon hihi.

Itulah permainan masa kecilku. Apa permainan masa kecilmu?



Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa.



http://www.lidyafitrian.com/2016/01/giveaway-permaianan-masa-kecil.html



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...