Sabtu, 09 April 2016

Ini Cerita Horor Yang Pernah Kualami

Teman-teman pernah mengalami kisah yang horor atau menakutkan? 

Aku pernah, bukan karena melihat hantu lho, tapi kejadian-kejadian yang buatku sangat menakutkan.

Cerita horor pertama. Waktu liburan ke Bali tahun 2011, kami pergi ke Tanjung Benoa dan mencoba beberapa permainan yang ada di sana, tak terkecuali banana boat dan parasailing. Buat mama penakut sepertiku, terus terang aku malas untuk ikutan mencoba parasailing. Nah suami malah memintaku untuk mencoba, paling tidak coba sekali aja, katanya. 

Ya sudah, akhirnya aku nekat untuk mencoba parasailing itu. Sebelum “terbang” sambil menunggu giliranku tiba, aku diberi pengarahan terlebih dahulu agar nanti memperhatikan bendera yang dikibarkan. Kalo bendera merah sudah dikibarkan, aku harus menarik tali payung parasutnya agar bisa turun. 


 Masih nunggu giliran, dipasangkan tali dan diberi sedikit pengarahan


Akhirnya giliranku tiba juga, aku berada di ketinggian ditarik oleh speed boat mengelilingi pantai Tanjung Benoa. Deg-deg an bangeeeettt!! Pemandangan dari atas itu sebenarnya indah, tapi aku nggak bisa menikmatinya. Gimana bisa menikmati lha sudah takut setengah mati, sibuk berdoa tak henti-hentinya dalam hati dan cuma pengin cepat mendarat aja. 


 Berada di ketinggian, pengin cepat-cepat mendarat aja hehe


Tak lama kemudian, aku sudah dekat dengan pantai lagi. Kulihat bendera merah sudah dikibar-kibarkan dari kejauhan. Lho tapi kenapa kok nggak bisa turun, ya? Aku mulai panik, untunglah kemudian ingat kalo tali harus ditarik agar bisa mendarat. Beneran deh begitu tali payung parasut di sebelah kananku kutarik, aku pelan-pelan mulai mendarat di pantai. Lega banget begitu kedua kakiku kembali menginjak pasir pantai. Thanks God! 

Kapok deh nggak mau lagi nyoba parasailing. Apalagi setelah itu, saat naik perahu ke Teluk Penyu, bapak pengemudi perahunya cerita ada orang yang naik parasailing mendapat kecelakaan, menabrak pohon dan bagian pahanya hancur. Hiiiiyyyyy ngeriii! Sekali lagi aku mengucap syukur sudah mendarat dengan selamat. 

Mungkin bagi banyak orang, naik parasailing itu menyenangkan, bisa melihat indahnya lautan luas dari ketinggian. Tapi buatku, pengalaman ini merupakan pengalaman yang menakutkan. 

Pengalaman menakutkan kedua adalah saat aku berjalan kaki ke Rumah sakit pada jam dua belas malam sendirian untuk membeli obat karena anakku demam. Ceritanya bisa dibaca di postingan ini : Hilang Akal Sehatku.

Yang ketiga adalah saat aku hampir tertabrak sepeda motor saat menyeberang jalan, sedetik saja aku telat menghindar, aku pasti kena tabrak. Tuhan sudah menolongku waktu itu sehingga aku masih selamat sampai sekarang. 

Kejadian horor keempat adalah saat anak sulungku terkena piring dan membuat lututnya tergores dalam sekali sampai darah berceceran dimana-mana. Lukanya benar-benar dalam sampai (maaf) dagingnya kelihatan. Untung waktu itu ada suami, jadi kami segera bawa ke rumah sakit dan segera dijahit. Masih kebayang waktu itu, anakku memegang tanganku erat-erat sambil berteriak kesakitan saat lukanya dibersihkan dan dijahit oleh dokter jaga di UGD. 

Yah, itulah cerita horor atau menakutkan yang kualami, sebetulnya masih banyak juga sih yang lainnya, tapi cukup ini aja deh yang kuceritakan, nulisnya aja ngeriii hehe :D 


Kamis, 07 April 2016

Solusi Belajar Praktis dengan Ruangguru



“Ma, soal yang ini apa jawabannya?” Si bungsu menyodorkan buku berisi soal Matematikanya padaku.
“Hhhhmm apa, ya? Coba tanya Kakak aja. Mama sudah lupa.” 
Saat lain lagi, si Sulung bertanya soal Fisika yang kurang dimengertinya. 
“Ma, bisa nggak soal Fisika ini, tolong jelaskan dong.” 
“Haduh, apa ya? Bentar kita browsing dulu deh. Mungkin bisa ketemu nanti jawabannya.”

Pernah nggak teman-teman mengalami hal sepertiku ini? Anak-anak bertanya soal yang tidak dimengertinya kepada kita, eh kita nggak tau jawabannya hehehe.
Anak-anakku memang tidak les pelajaran seperti kebanyakan teman-teman sekolahnya. Mau belajar sendiri, kata mereka. Tapi jadinya kalo ada soal yang tidak dimengerti, mereka tanya ke Mama atau Papanya, yang nanti ujung-ujungnya tanya deh ke mbah Google. Pelajaran anak-anak sekarang kok lain ya dengan zaman dulu, lebih sulit rasanya. 

Nah, sekarang ini ada situs Ruangguru.com yang bisa mengatasi masalah seperti di atas tadi.  Ruangguru.com yang didirikan oleh Iman Usman (24 tahun) dan Adamas Belva (25 tahun) adalah sebuah situs yang memungkinkan calon murid menemukan calon guru yang tepat untuk menambah pelajaran di luar sekolah atau kampus, atau mengembangkan keahlian tertentu seperti les gitar, les piano, programming dll.

Sesuai tagline Ruangguru.com, "Belajar Apapun dari Siapapun", anak-anak bisa les privat bersama guru-guru berkualitas dengan beragam latar belakang, yang tentunya sudah terverifikasi. Siswa bisa mencari guru privat yang sesuai dengan yang dibutuhkannya. Orang tua nantinya akan mendapat laporan perkembangan dan kemajuan belajar anak. Diberikan kesempatan hingga 3 kali untuk mengganti guru jika tidak cocok, atau uang akan kembali. 

Untuk memulai les privat di Ruangguru.com, kita harus daftar terlebih dahulu. Baru setelah itu bisa memulai untuk mencoba les privat dengan mengambil paket belajar dengan guru yang terdaftar. Kita bisa pilih berdasarkan provinsi, kota, jenjang sekolah dan mata pelajaran yang kita inginkan, setelah itu pilih guru yang sesuai dengan kebutuhan kita.



Tes Ruangguru

Selain bisa les privat, anak-anak juga bisa nih latihan mengerjakan soal-soal yang ada di Ruangguru.com. Ada layanan tes online yang bisa dipergunakan secara gratis. 
Siapa saja yang bisa menggunakan tes Ruangguru? Anak-anak SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.




Keunggulan Tes di Ruangguru.com : 
  • Analisa Performa Latihan Berbasis Topik. Siswa dapat mengetahui kekuatan, kelemahan dalam pengerjaan tes dan topik-topik pelajaran. 
  • Pemantauan Manajemen Waktu. Waktu pengerjaan keseluruhan soal dan setiap topik tercantum dalam laporan pengerjaan. 
  • Tes Ruangguru merekam seluruh pengerjaan tes, topik pelajaran dan menyajikannya dalam laporan yang menarik. 
  • Peringkat dan poin.  Berlomba menjadi yang terbaik di antara teman-teman kamu dan tukarkan poin kamu dengan hadiah yang menarik seperti voucher ruang guru, voucher e-commerce, tiket bioskop, tiket wisata dll. 

Anakku yang duduk di kelas 9 sebentar lagi akan menempuh ujian nasional memakai komputer. Sudah dua kali berlatih soal ujian di sekolahnya menggunakan komputer. Nah kemarin dia mencoba mengerjakan soal matematika yang ada di tes Ruangguru.com ini, untuk persiapan ujian nasional.  Ternyata mirip dengan latihannya di sekolah. Siswa bisa menandai soalnya jika masih ragu dengan jawaban dan juga bisa memberikan masukan tentang soal yang ada, misalnya saja gambar kurang jelas, soal salah dsb.











Waktu mencoba latihan soal ini, ada 11 soal yang gambarnya tidak muncul, jadi 11 soal tidak dijawab. Setelah selesai mengerjakan soal, kita bisa melihat hasil laporannya secara rinci dan ada pembahasannya juga. Asyik banget!


Aplikasi Mobile Ruangguru


Ruangguru.com saat ini sudah meluncurkan aplikasi mobile Ruangguru versi Beta yang masih dalam tahap pengembangan. Aplikasi ini bisa di download pada Google Play.








Kita bisa menggunakan app ini secara gratis lho sampai tanggal 15 April 2016, setelah itu akan berbayar. Layanan ini berperasi mulai pukul 06.00 sampai 22.00 WIB setiap harinya.











 
Pertama kali setelah kita download aplikasi mobile Ruangguru, kita daftar dulu untuk memulai belajar. Ada berbagai jenjang pendidikan yang bisa dipilih, antara lain : Umum, SD, SMP dan SMA. Setelah itu pilih kategori pelajarannya, untuk saat ini masih ada 4 pelajaran saja yaitu : Matematika, Bahasa Inggris, Fisika dan Kimia. 

Siswa bisa bertanya soal yang tidak dimengerti dengan cara mengunggah foto soalnya, beri keterangan tambahan jika perlu. Setelah itu akan dihubungkan dengan guru yang tersedia, tunggu sekitar 180 detik. Setelah terhubung guru dan siswa bisa berkonsultasi tentang soal yang ditanyakan tadi.


 


Dalam aplikasi mobile Ruangguru ini ada fitur beli kredit, namun untuk saat ini masih belum tersedia, kita masih bisa belajar secara gratis.






Menurut pandanganku pribadi nih sebagai orang tua, aplikasi mobile Ruangguru ini sangat bermanfaat sekali, karena :
  • Menumbuhkan semangat belajar siswa dan meningkatkan kemampuan siswa di berbagai bidang dan ketrampilan yang tidak dipelajari di sekolah. 
  • Siswa juga akan belajar berkonsultasi dengan guru dan memecahkan masalah. 
  • Siswa jadi lebih fokus belajar didampingi oleh guru privat yang telah dipilihnya.


Mencoba aplikasi Ruangguru


Semoga ke depan Ruangguru.com akan berkembang semakin luas, semakin banyak guru yang tergabung di Ruangguru.com dengan berbagai macam keahlian maupun ketrampilan.

Untuk aplikasi mobile Ruangguru yang sekarang masih dalam versi beta ini, semoga akan semakin bertambah baik dan sempurna sehingga benar-benar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya baik untuk guru maupun siswa.

Yuk, teman-teman yang ingin mencoba, download aja aplikasi mobile Ruangguru. Oya, teman-teman bisa menggunakan referral code : belajargratis untuk mendapatkan free credit 30 menit lho. Wuah, lumayan juga kan bisa belajar gratis selama 30 menit.

Selamat mencoba!






Telat Bangun



Ya ampun, sudah jam delapan lebih! 

Bergegas aku mandi kilat dan cepat-cepat menuju ke depan gang perumahan, menunggu angkot lewat. Angkot berwarna ungu yang kutunggu tak juga muncul. Aku semakin gelisah, sudah setengah jam aku berdiri di sini. 

Lima menit kemudian, angkot itu muncul. 

Huahh leganya! 

Pagi ini aku ada jadwal kuliah Analisa Numeric pukul 09.00. Sepertinya bakalan telat deh gara-gara aku bangun kesiangan. Turun dari angkot nanti aku masih harus jalan kaki sekitar 10 menit ke kampus. 

Tebakanku betul, meskipun sudah berjalan secepat mungkin setelah turun dari angkot, tetap saja aku telat. Jam sudah menunjukkan pukul 09.15 saat aku setengah berlari naik tangga ke lantai 2. 

Gawat, sepertinya sudah mulai! 

Langsung saja aku masuk ke dalam ruang kuliah dan saat akan mencari tempat duduk yang kosong, aku baru sadar. Kok banyak kakak kelas yang duduk di sini, mana nih teman-temanku? Agak linglung, aku menoleh ke dosen yang menerangkan di depan kelas. Huaaah, aku kaget sekali! 

Kok dosennya cowok? Ini bukan dosenku! Aku salah masuk ruangan! 

Setelah minta maaf sebentar kepada pak dosen, secepat kilat aku langsung keluar ruangan. 

“Huuuuuu!” 

Ruang kuliah yang sepi itu langsung rame dengan sorakan dan suara tawa kakak-kakak kelasku. Duh, malunya! 

Kok bisa salah masuk ruangan? Tapi bener kok, itu ruangannya. 

Aku mengintip ruang-ruang lain yang ada di lantai 2 itu. Tepat di ruang paling pojok, aku melihat teman-temanku di sana. Sibuk mencatat sambil ngobrol, karena bu dosen sedang keluar ruangan. 

“Kok di sini ruangannya?” 
“Iya, ruangannya dipindah sini.” 
“Oalah, pantesan….” 




Ruang kuliah - Credit



* Itu salah satu kejadian yang memalukan saat aku kuliah dulu, masih kuingat sampe sekarang. gara-gara aku telat bangun, sampai kampus telat dan ternyata ruang kuliah dipindah mendadak pagi itu. Gimana nggak malu, diketawain kakak-kakak kelas yang ada dalam ruangan. Apalagi pak dosen nya ikutan senyum-senyum juga. Hiiih :D 




Rabu, 06 April 2016

Majalah Dinding Sekolah



Melihat majalah dinding di sekolah anak-anak sekarang ini membuatku kagum. Sekarang emang berbeda banget dengan dulu. Sekarang serba digital, mencari gambar juga makin mudah. Tinggal browsing gambar yang kita inginkan, muncul deh gambar-gambar yang bisa kita pilih. Setelah itu di print, gunting lalu tinggal ditempel di majalah dinding. 

Begitu juga saat membuat puisi atau cerpen, tinggal buka laptop, ketik-ketik sebentar, lalu print. Selesai! Hiasannya juga bagus-bagus sekali, itu majalah dinding kreatif ada banyak jenisnya seperti mading 2D, mading 3D bahkan ada mading bergerak. Wow! 

Nah, kalo majalah dinding waktu aku masih sekolah dulu, semua dikerjakan serba manual. Berbagai artikel yang ditempelkan di majalah dinding antara lain : puisi, cerita pendek, cerita humor ditulis tangan di kertas, dihias-hias pakai spidol dan dikumpulkan. Begitu juga untuk gambar, tentu menggambar dan mewarnai sendiri. 

Majalah dinding di sekolah waktu itu ya cuma satu saja, berbentuk papan panjang. Tiap kelas tentu kebagian tugas menyumbang beberapa artikel. Waktu SMP dulu, kebetulan sekali aku kebagian mengurus majalah dinding di sekolah, gara-gara ikutan jadi pengurus OSIS waktu itu. Jadi aku yang bertanggung jawab mengumpulkan artikel-artikel yang nantinya mau ditempel di majalah dinding.


Majalah dinding di sekolah kami akan diganti artikel-artikelnya setiap sebulan sekali. 
Secara umum, yang dipasang di majalah dinding waktu itu adalah : 
  • Gambar, ini biasanya buat teman-teman yang suka menggambar. 
  • Cerita pendek 
  • Cerita bersambung, cerita panjang yang dibuat menjadi beberapa bagian. Kalo ceritanya menarik pasti ditunggu-tunggu oleh teman-teman nih sambungan ceritanya. 
  • Puisi 
  • Cerita Lucu. 
  • Profil Guru. Nah ini bagianku dulu, mencatat data guru baik itu tanggal lahir, alamat, hobi dll. Akan dipasang satu profil guru secara bergiliran. 
  • Pengumuman sekolah, jika ada.

Yup, cuma itu aja sih biasanya, hiasannya juga sederhana banget saat itu. Cuma sebatas dihias-hias pake spidol aja sudah cukup, yang penting ada artikelnya, karena itu yang ditunggu-tunggu untuk dilihat oleh teman-teman. 

Waktu SMA malah nggak ada majalah dinding, apalagi waktu SD. Jadi cuma waktu SMP aja ada majalah dinding. Sayang nggak punya foto majalah dinding sekolahku dulu :D

Sekarang ini, majalah dinding sekolah anak-anak hiasannya bagus-bagus. Bahkan tiap tahun ada lomba menghias majalah dinding di sekolah anak-anak, dilombakan per kelas. Aku lihat sih masing-masing kelas punya tema sendiri-sendiri dan tentu saja hiasan majalah dindingnya nanti juga disesuaikan dengan temanya.



Contoh majalah dinding kreatif 

Sumber gb : http://gerbang.ubaya.ac.id/Rela-Tidur-di-Parkiran,--Berhasil-Bawa-Pulang--Gold-Trophy.html


Sebenarnya majalah dinding sekolah ini banyak manfaatnya lho, anak-anak bisa menyalurkan hobi nya seperti menggambar, menulis puisi atau cerpen. Mereka dilatih untuk menjadi semakin kreatif, menampilkan ide-ide baru yang menarik, bersosialisasi menjalin kerjasama dengan seluruh anggota tim. Selain itu mading sekolah juga berguna sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan murid.

Duh, mengingat saat-saat sekolah dulu kok jadi kangen pingin mengulang masa remaja itu #ciieee masa remaja ihiks. Iya sekarang kan sudah tuwir :D  





Sabtu, 02 April 2016

Berhemat ke Acara Blogger



 Fun Blogging7 - Foto milik mb Ria Rochma



Blogger menghadiri banyak event itu sudah biasa. Apalagi blogger yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Tentu saja banyak undangan event ataupun kegiatan blogger lainnya. 

Aku termasuk blogger yang hampir tidak pernah menghadiri acara blogger karena kendala tempat tinggal. Yah, itu salah satunya, salah duanya adalah karena nggak bisa ninggalin anak-anak, salah tiganya adalah perhitungan biaya juga sih. 

Yang paling dekat dengan tempat tinggalku adalah kota Surabaya, kalo naik kereta sekitar 4 jam perjalanan. Nah kalo naik kendaraan sendiri dengan suami yang nyetir, bisa memakan waktu 6 jam perjalanan hehehe. 

Beberapa kali undangan via email kudapat untuk menghadiri event di Jakarta, tapi ya terpaksa sekali tidak bisa hadir. Jauh amat ke Jakarta, kalau naik pesawat, harus pergi ke Surabaya dulu, atau alternatif lainnya naik kereta, tapi kalau naik kereta tentu saja memakan waktu lama. 

Acara blogger yang kuikuti cuma sekali, yaitu acara Fun Blogging7 di Surabaya. Itupun hampir batal karena anak sakit. Waktu itu karena suami juga kebetulan ada keperluan di Surabaya, jadi kami pergi naik kendaraan sendiri sehari sebelum acara. Kalo pergi pas hari H sudah pasti nggak keburu, kecuali berangkat jam 3 pagi. Jadwal kereta pagi jam 5 sampai stasiun sekitar 9 pagi, belum naik kendaraan ke tempat acara. Bisa telat dong. Jadi batal naik keretanya. 




Nah, sekarang berandai-andai seandainya aku datang ke acara blogger di Surabaya *aku pilih kota yang paling dekat yah, kalau Jakarta kejauhan hehehe. 


Untuk menekan cost saat datang ke acara blogger, aku akan : 
  • Jauh-jauh hari cari tau dulu acara pastinya mulai dari jam berapa sampai jam berapa. Kalau acara start jam 10 pagi ke atas, aku akan naik kereta. Syukur-syukur kalau acara tepat waktu jadi bisa langsung pulang lagi naik kereta, nggak perlu menginap, karena akan ada tambahan biaya lagi kalau sampai harus menginap. 
  • Kalau tidak memungkinkan pulang pergi dan terpaksa menginap, cari penginapan yang dekat lokasi sehingga nggak terlalu banyak keluar uang untuk transport ke tempat acaranya.
  • Untuk penginapannya sendiri, selain cari yang dekat lokasi, cari yang harganya terjangkau dan bersih. 

Yup, kalau sudah direncanakan tapi akhirnya meleset, lebih dari cost yang dianggarkan ya tetep ikhlas, karena datang ke acara blogger tentu karena sudah diniatkan, banyak manfaatnya juga kok, antara lain : 
  • Menambah ilmu 
  • Memperluas networking, menambah teman-teman baru 
  • Berjumpa dengan teman-teman blogger secara nyata, biasanya kan cuma saling sapa di dunia maya aja. 

Seperti waktu ikut acara FunBlogging 7 itu, keturutan deh ketemu trio keren mbak Ani, mbak Haya dan mbak Shinta. Selain itu banyak ilmu yang kudapat dan bisa ketemu teman-teman blogger lainnya. Seneng banget! 



Kamis, 31 Maret 2016

My JNE, Mempermudah Kirim Barang


“Barang pesanan kita kok nggak datang-datang, ya?” 
“Iya, sudah lama padahal. Apa mungkin belum dikirim sama penjualnya?” 
“Katanya sudah dikirim kok, aku sudah telpon minggu lalu.”
 “Ya sudah, kita tunggu ajalah. Semoga barangnya cepet datang.” 

Pernah nggak mengalami kejadian seperti itu? Hanya bisa nunggu barang pesanan datang karena jasa pengiriman tidak bisa di tracking? Pasti bete kan ya? Sekaligus cemas takut barang nyasar atau nggak sampai. Aku pernah mengalaminya beberapa kali, waktu awal-awal belanja di toko online. Ini untuk proses transaksi yang sepenuhnya diatur oleh penjual, kita tinggal terima aja. 

Sekarang banyak toko online yang semakin berkembang. Jika kita membeli barang, kita bisa memilih jasa pengirimannya juga. Aku tentu saja memlih jasa pengiriman yang bisa ditracking dan terpercaya, apalagi kalo bukan JNE. Kirim barang dengan JNE terasa lebih aman dan nyaman, buktinya nih banyak hadiah GA atau lomba yang kuterima, dikirimnya pake JNE. 


 Beberapa hadiah Lomba yang kuterima, dikirim pake JNE


Begitu juga kalo aku pingin kirim sesuatu buat teman-teman di group WA, tentunya pakai JNE dong. Terakhir, group WA yang kuikuti adalah group teman-teman semasa SMA dulu. Baru sebulan lalu aku dicemplungin ke group itu karena ada rencana tahun depan mau ngadain reuni. Asyik jugalah chat sama mereka, nostalgia masa-masa waktu masih imut dulu hehehe.

Kami sekarang sudah nggak berada di satu kota yang sama lagi, sudah berpencar di banyak kota, ada yang di Semarang, Bandung, Malang, Surabaya bahkan ada beberapa yang sudah menetap di luar negeri. Tak jarang kami saling kirim oleh-oleh atau sesuatu yang khas kota tempat tinggal kami. JNE selalu menjadi pilihanku karena bisa cepat, tepat dan kurirnya ramah banget lho. Selama ini aman dan lancar-lancar aja deh ngirim pake JNE.

Tapi, berhubung aku nggak hafal ongkir ke kota-kota mereka. Setiap mau kirim barang, aku dibuat repot dengan harus buka-buka web JNE. Emang kenapa sih kok harus cek tarif dulu? Langsung aja ke konternya kenapa? Kan kita harus jaga-jaga dong, ntar bisa malu-maluin lah kalo duit di dompet kita nggak cukup hahaha. Iya, kan? Iya, kan? 





Makanya seneng banget nih begitu tau sekarang ada aplikasi my JNE. Langsung deh aku install di hpku. Layanan digital ini tersedia di playstore lho, tinggal download dan install aja. Gampang banget! Di dalamnya terdapat beberapa fitur seperti Check Tariff, Search Airway Bill, JNE Nearby dan MyCod. 





Nah, fitur Check Tariff inilah yang sangat membantuku saat mengirim barang untuk teman-temanku. Sekarang setiap mau cari tau ongkir, aku tinggal buka saja. Cukup klik klik dengan jempol. Pilih fitur Check Tariff, lalu isi kolom yang disediakan. 





Ada From dan To, yang berarti harus di isi dengan kota asal dan kota tujuan. From nya jelas aku isi Jember sesuai dengan kota tempat tinggalku, nah To nya tinggal diisi sesuai kota tempat tinggal teman-teman. Setelah itu akan muncul otomatis daftar harga ongkos kirim dengan beragam pilihan paket. Ada Oke, Reg dan Yes. 

Wah, ini sih praktis banget. Gak ada lagi deh harus buka-buka web JNE. Cek ongkir semudah sms-an, tinggal klik klik modal jempol doang hahahaha. Tinggal menulis alamat, lalu mengantar paket ke ke konter JNE terdekat. Beres deh! Jadi lebih praktis dan menyenangkan, ya! 



https://goo.gl/oezHfy




Masa Kecil, Masa Yang Selalu Kukenang



Fotoku waktu masih TK



Masa kecil, masa yang selalu kukenang. Yup, banyak kenangan masa kecilku yang selalu kukenang sampai sekarang. Suka dan duka pasti ada di setiap perjalanan. Masa-masa bahagia yang masih kuingat, dulu waktu kecil aku selalu main rame-rame dengan anak-anak sebaya yang tinggal di kompleks perumahan yang sama. Main petak umpet, lompat tali, kelereng, bekel, sepeda dan masih banyak lagi. Senang sekali waktu itu, main bareng dan makan es rame-rame. Rumahku bercat hijau muda dan ada pohon sawo di samping rumah. 

Sayang nggak lama kemudian, saat aku akan masuk SD, kami sekeluarga pindah ke desa karena rumah itu harus dijual untuk menutup hutang. Di desa ini orang tuaku membuka sebuah toko kecil. Sedih banget pisah dengan teman-teman sepermainan, meskipun akhirnya di daerah baru itu aku menemukan teman-teman baru lagi. 

Aku termasuk anak yang pendiam dan cengeng waktu kecil. Ada beberapa kali temen sekolahku meminta uang jajanku dan aku terpaksa memberikan. Takut kalau aku nggak memberikan uangnya, aku nggak diajak berteman dengan mereka. Pulangnya, di rumah aku cerita sambil nangis-nangis hahahaha. 

Kejadian masa kecil yang kuingat lagi adalah saat menjelang Natal. Biasanya aku dan kakak-kakakku pergi ke lapangan cari rumput untuk dimasukkan ke kaos kaki. Kaos kaki yang diisi rumput itu kami letakkan di kolong tempat tidur, kami menulis juga hadiah Natal yang kami inginkan. Waktu bangun pagi, kaos kaki sudah lenyap dan sebagai gantinya adalah hadiah buat kami. Itu hadiah dari Santa Claus pikir kami waktu itu. Seneng bangeeett! Setelah gede baru kami tau, hadiah itu ternyata dari Papa dan Mama hehehe.


Masa bahagia lainnya adalah saat aku diajak orang tuaku liburan. Kadang kami ke Solo mengunjungi nenek dan saudara-saudara Mama. Makan nasi liwet dan serabi solo yang rasanya enak. Kemudian kami satu keluarga besar menginap di Tawangmangu yang hawanya dingin banget. 

Sering juga diajak ke Selecta atau Sengkaling saat liburan. Masih ada foto-fotonya, tapi di rumah orang tua. 

Aku masih ingat juga waktu kecil, diajak makan di sebuah restoran di kota Malang, eh aku nggak sengaja nyeplus cabe rawit, wuaahh nangis deh nggak berhenti-berhenti hahaha. 

Nah waktu sudah agak gede dikit, aku sering menemani Mama belanja buat keperluan toko. Belanjanya di kota Malang, naik bus kesana. Biasanya sehabis belanja, kami mampir di Depot Mie Gajah Mada. Itu mie yang menurutku paling enak waktu aku kecil dulu. Sudah puluhan tahun nggak pernah makan mie itu lagi. 

Yang diingat makanan melulu, ya? Hahaha habis enak sih, jadi terkenang-kenang sampai sekarang. 
Itulah sedikit cerita tentang masa kecilku. Kalau masa kecil teman-teman bagaimana? Pengin tau juga cerita teman-teman :D 


Rabu, 30 Maret 2016

Serunya Kumpul Bersama Keluarga Besar


Kumpul rame-rame satu keluarga besar itu asyik banget lho. Sudah menjadi kebiasaan kami untuk kumpul bareng, minimal satu kali dalam setahun. Kalo sudah kumpul, ramenya minta ampun deh, apalagi anak-anak tuh kalo sudah ketemu saudara-saudaranya, main nggak ingat waktu. Yah, mumpung bisa ketemu, dipuas-puasin deh mainannya hehehe. 

Biasanya kami kumpul saat Lebaran, libur kenaikan kelas atau libur tahun baru. Seringnya sih saat Lebaran. Meskipun aku nggak merayakan lebaran, tapi tetep ikutan tadisi mudik, pulang kampung ke rumah orang tua. Cuma 3 jam aja, nggak terlalu jauh. 

Mama punya 4 anak, aku anak yang ketiga. Kalo kumpul bareng jadinya ada 4 keluarga ditambah mama dan papa. Dulunya kami kumpul di rumah orang tua, tapi berhubung cucu mama dan mapa sudah tambah banyak dan tambah besar jadi rumah orang tua nggak cukup buat kami semua menginap, kamar di rumah ortu cuma ada 3 kamar. Jadilah kami kumpul pagi, malamnya balik ke rumah masing-masing. Karena kurang puas ngumpulnya cuma sebentar, akhirnya kami rencana menyewa villa yang tentunya lebih besar dari rumah orang tua, untuk menginap satu sampai dua malam. Eh keterusan sampai sekarang. 


 Villa tempat kami menginap tahun 2011 lalu. Rumah dan tamannya luas. Ini bagian teras depannya, enak banget ngobrol santai sambil makan camilan di sini, apalagi hawanya sejuk.


Kenapa kami menyewa villa, kok nggak nginep di hotel saja? Hotel memang lebih praktis tapi nggak bisa kumpul bareng dong jadinya. Kalo villa lebih enak, kami semua bisa kumpul bareng dalam satu rumah, mau ngobrol sampe malam juga oke. Yang cewek-cewek ngrumpinya di dapur sambil masak, anak-anak mainan, yang cowok ngobrol santai sambil makan camilan di ruang depan. Nah kalo malam, yang cowok itu kebagian tugas membakar ikan atau jagung, bagian kipas-kipas hahaha. 


Tahun 2007. Anak-anak asyik main bareng, entah main apa itu hehe. Sekarang cucu mama dan papa ada 8 orang.



Ini asyiknya villa. Kalo malam bisa bakar ikan atau bakar jagung, nyam nyam


Masakan sudah siap! Serbuu!! Yang tua ngalah hehehe


Manfaat kumpul bareng keluarga: 

 

  1. Mempererat rasa persaudaraan. Meskipun saling berjauhan tapi ada satu waktu kami kumpul bersama. 
  2. Berbagi pengalaman. Lama nggak berjumpa tentu banyak cerita atau pengalaman yang bisa dibagikan nantinya. 
  3. Menyenangkan hati orang tua. Setiap orang tua pasti mengingkinkan kebersamaan seperti ini, berkumpul dengan anak dan cucunya. Kapan lagi kami sebagai anak bisa membahagiakan hati orang tua kalo tidak sekarang. 
  4. Barter oleh-oleh. Kalo mudik, aku biasanya membawa tape untuk orang tua, kakak dan adikku. Hampir setiap mudik bawaannya tape, lha kota tempat tinggalku ini emang yang terkenal tapenya kok hahaha. Pulangnya, gentian aku yang dibawain oleh-oleh. Sudah biasa deh, mudik bawa 3 tas eh pulang mudik bawaannya jadi dua kali lipat, isinya oleh-oleh :D 
  5. Refreshing. Dengan kumpul bareng seperti ini, kami rehat sejenak dari rutinitas sehari-hari, Biasanya kami kan sewa villa di daerah pegunungan, jadi terasa nyaman sekali. Hawa pegunungan yang sejuk membuat pikiran dan hati jadi lebih fresh. 

Yup, seru banget deh kalo sudah kumpul rame-rame seperti ini :D


Senin, 28 Maret 2016

Nyaman Berbelanja Online dengan My COD



Belanja online itu seru!
Yup seru banget, apalagi buat Mama seperti aku yang nggak bisa nyetir kendaraan bermotor. Tinggal duduk manis depan laptop, kemudian menjelajahi online shop favorit kita. Bandingin harga, cari-cari diskonan dan harga paling murah dari beberapa online shop tanpa harus membuat kaki gempor. Kalo ada yang sesuai klik beli, bayar dan tinggal menunggu aja barang datang ke rumah. Asyik banget, kan! 
Membeli barang dan mengirim barang aku biasanya memilih jasa pengiriman yang terpercaya seperti JNE yang bisa di tracking, jadi tau barang kita sudah sampai mana. Nah, baru-baru ini JNE mengeluarkan JNE mobile, aplikasi JNE berbasis android yang bisa kita download untuk mempermudah pelanggan JNE. Nama applikasinya adalah my JNE.

Cara downloadnya gampang banget. Pertama, buka Google Play, ketik My JNE. Sudah ketemu, kan? Tinggal download saja aplikasi my JNE nya.


Apa aja sih fitur dari My JNE ini? 


Kita bisa lihat berbagai fitur yang ada di my JNE ini, antara lain :
My Tariff : Cek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia 
My Shipment : cek status pengiriman kita sendiri dan kiriman orang lain dengan lebih cepat 
My Location : Cek Lokasi pengiriman JNE yang terdekat 
My COD : membuat order dari toko online milik kita dan menggunakan JNE sebagai media pembayaran.









Aku sudah download app my JNE ini dan ternyata memang berguna banget lho. Waktu itu suami  ingin mengirim dokumen ke Jakarta Barat, kemudian aku cek tarif untuk yang YES harganya kena berapa. Aku buka web jne via hp karena sudah ada di perjalanan. Lalu aku mencoba cek tarif lewat My JNE. Ternyata lebih praktis lewat aplikasi. Kita juga bisa mengecek lokasi pengiriman JNE yang terdekat, tinggal lihat My location, langsung menuju lokasi pengiriman JNE terdekat. jadi enak deh nggak usah muter-muter ngabisin bensin. Asyik!









Satu lagi, yang paling menarik tentu saja fitur MY COD nya. Melakukan transaksi online, baik menjual atau membeli barang itu sama-sama ada resikonya lho.
Penjual juga bisa mengalami resiko kerugian, bisa jadi kan ada penjual nakal yang mengaku barang belum dikirim padahal sudah diterima. Atau barang kondisi bagus, dibilang rusak.
Pembeli juga seperti itu. Kebanyakan calon pembeli takut ditipu oleh penjual, jangan-jangan saat uang sudah ditransfer, eh barangnya nggak dikirim. Penjual ditelpon nggak bisa-bisa, duh hilang deh uangnya.
Biar aman biasanya menggunakan sistem bayar di tempat, jadi setelah barang diterima dan sesuai, baru bayar.

Fitur My COD



Nah My COD yang ada di my JNE ini sangat memberikan kenyamanan dalam bertransaksi. Bisa dikatakan seperti rekening bersama kita dengan JNE. Terdapat juga My COD Wallet sebagai penyimpanan dana yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu saat akan bertransaksi menggunakan My COD.















Bagaimana menggunakan MY COD?

1. Buka applikasi My JNE yang sudah ada di smartphone kita.
2. Pilih My COD
3. Sign Up terlebih dahulu sebagai user, isi data-data yang diperlukan : no hp, alamat email dan password.
4. Setelah selesai Sign up, cek email yang kita daftarkan tadi. Kita akan menerima email dari JNE untuk melakukan konfirmasi.
5. Selesai! Fitur My COD ini segera bisa kita gunakan.


Dalam My COD ini terdapat 2 bagian yaitu :

My Shop : Pada fitur ini kita dapat merekam seluruh aktivitas pengiriman yang kita lakukan selaku pengirim paket.

My Order : Pada fitur ini kita dapat merekam seluruh aktivitas order yang kita lakukan selaku penerima paket. 








Fitur MY COD Wallet

 

Berisi seluruh data pribadi kita seperti : nama user/acount, virtual acount number dan data store kita.
Lengkapi dulu data yang dibutuhkan seperti : nomer KTP, tanggal lahir, alamat dan data bank. Kita dapat change password atau mengedit profile untuk melengkapi data kita.


Ada 4 macam fitur pada My Wallet :

  1. Transfer, untuk melakukan pentrasferan saat melakukan pembelian online.
  2. Top Up, untuk menambah jumlah saldo yang nantinya akan digunakan untuk melakukan pentransferan.
  3. Cast Out, menunjukan jumlah yang telah digunakan.
  4. History, menyimpan sejumlah transaksi yang telah terjadi.

Top Up Via Permata Bank :
  • Di ATM, elekronik banking, atau mobile baking, masukkan pin.
  • Di menu utama, pilih transaksi lainnya.
  • Pilih transaksi pembayaran.
  • Pilih lain-lain.
  • Pilih pembayaran Virtual Account.
  • Masukkan jumlah uang yang akan di Top Up.
  • Masukkan kode virtual account (16 digit nomer) yang user miliki. Letaknya ada pada My JNE profile.
  • Maka pada layar konfirmasi akan munceul detail informasi jumlah penambahan dana sesuai yang dimasukkan dan informasi rekening atas nama PT. Jalur Nugraha Ekakurir.
  • Setelah itu tekan benar.
  • Simpan struk transfer tersebut sebagai bukti pembayaran.

Top Up Via Bank lain (Selain Permata Bank) :
  • Di ATM, elekronik banking, atau mobile baking, masukkan pin.
  • Di menu utama, pilih transaksi lainnya.
  • Pilih menu transfer.
  • Pilih Transfer Rekening bank lain.
  • Masukkan kode bank 013 untuk Bank Permata lalu tekan benar. 
  • Masukkan jumlah uang yang akan di Top Up.
  •  Masukkan kode virtual account ( 16 digit nomer) yang user miliki. Letaknya ada pada My JNE profile.
  •  Maka pada layar konfirmasi akan munceul detail informasi jumlah penambahan dana sesuai yang dimasukkan dan informasi rekening atas nama PT. Jalur Nugraha Ekakurir.
  •  Setelah itu tekan benar.
  •  Simpan struk transfer tersebut sebagai bukti pembayaran.


Secara garis besar, proses transaksi menggunakan My COD adalah sebagai berikut :

  • Pembeli akan menghubungi penjual setelah memilih barang yang akan dibeli. Berikan informasi data yang diperlukan seperti identitas akun my COD, alamat, no hp dan barang yang ingin dibeli.
  • Penjual akan melakukan proses order yaitu memasukkan: nama pembeli, no hp pembeli, barang yang akan dibeli termasuk jumlah dan harganya, biaya ongkir dll.
  • My COD akan memproses order secara otomatis dan mengirim invoice order ke pembeli.
  • Pembeli setelah menerima invoice order dari My COD diharap melakukan pembayaran.
  • My COD akan memverifikasi pembayaran tersebut dan jika sukses, akan mengirim notifikasi ke penjual untuk mengirim barang.
  • Penjual akan mengirimkan pesanan pembeli melalui JNE. Nomor resi yang didapat bisa dimasukkan ke My COD.
  • My COD menerima nomer resi dari penjual dan mengirim notifikasi ke pembeli kalau barang sudah dikirim.
  • Pembeli tinggal menunggu barang pesanan yang dikirimkan JNE datang di rumah.
  • Jika barang sudah diterima, transaksi sudah beres, maka My COD akan memberikan uang yang diberikan oleh pembeli ke akun my COD penjual.
  • Penjual menerima uang di akun My COD nya yang bisa dicairkan kapan saja.





Praktis sekali, kan? Untuk penjual yang baru belajar memulai bisnisnya tidak akan was-was lagi. Begitu juga dengan pembeli yang melakukan transaksi, tak akan takut kena tipu lagi dan tak perlu repot ke ATM untuk transfer uang karena bisa dilakukan melalui My COD Wallet. Yes, kini kita bisa nyaman berbelanja online dengan My COD.

Mau jadi bagian dari JNE Revolution? Yuk, download dulu aplikasi MyJNE ini.



 https://goo.gl/v9XpfH




Persiapan Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) a la Lianny



 Sumber gb : http://bisnis.liputan6.com/



Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan kesepakatan antara negara-negara di Asia Tenggara yang membuka pasar bebas di kawasan ini. MEA memang menghadirkan banyak tantangan. Pembentukan MEA ini memungkinkan satu negara menjual barang ataupun jasa dengan mudah ke berbagai negara di Asia Tenggara, hal ini akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat dan tentunya akan dimenangkan oleh yang paling unggul. 

Indonesia yang merupakan salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam MEA memiliki potensi dan peluang yang besar untuk meningkatkan perekonomian nasional. Tapi tentu saja banyak hal yang perlu dibenahi oleh bangsa kita agar bisa bersaing di MEA, misalnya saja meningkatkan sumber daya manusia, penguatan sektor UMKM, perbaikan infrastruktur dll. 

Nah sebagai seorang ibu rumah tangga dan seorang blogger, ada beberapa persiapan juga yang bisa kulakukan menghadapai MEA ini. Simak, yuk! 


Persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) a la Lianny: 

1. Belajar Bahasa Asing 
Terutama sekali nih, belajar bahasa Inggris. Yup, bahasa Ingris sebagai bahasa Internasional yang sudah banyak digunakan untuk berkomunikasi antar bangsa ini memang penting sekali. Bagaimana kita bisa bersaing dan berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lain, jika kemampuan berbahasa Inggris kita kurang memadai?
Bahasa inggrisku sendiri juga pas-pas an banget, dulu waktu ketemu dan disapa turis asing waktu liburan di Bali aja aku malah bengong, bingung mau ngomong apa. Bisanya cuma bilang thank you dan hello aja hahaha. 
Jadi belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin, Spanyol dsb. ini merupakan salah satu persiapan untuk menghadapi MEA. 

2. Meningkatkan ketrampilan. 
Ketrampilan yang kita miliki akan sangat membantu perekonomian kita. Melihat masih banyak pengemis di jalanan, terlintas pikiran di kepalaku. Apakah mereka tidak mempunyai ketrampilan lainnya sehingga harus mengemis di jalanan seperti itu? Banyaknya ketrampilan atau keahlian yang kita punyai akan mendorong kita untuk lebih maju dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Banyak cerita orang sukses yang berawal dari nol, cerita mereka bisa kita ambil hikmahnya. Salut banget dengan para pekerja mandiri dengan berbagai keahlian seperti: menjahit, membuat kue, membuat kerajinan tangan dsb. Tenaga kerja dan pelaku bisnis yang terampil bisa menjadi pelaku ekonomi yang mampu bersaing dengan warga negara lain. 

3. Mencintai produk Indonesia. 
Barang-barang buatan Indonesia banyak yang bagus dan berkualitas, nggak kalah kok dengan barang buatan luar negeri. Kalau kita sebagai warga negara Indonesia saja lebih memilih produk luar negeri, bagaimana produk lokal bangsa ini akan bisa dikenal dan berkembang? Jadi ingat dulu aku diberi permen jahe oleh salah seorang teman, beli di luar negeri katanya, setelah kuamat-amati ternyata permen jahe itu produk Indonesia kok. Itu produk permen jahe yang terkenal di kota kelahiranku dan memang sudah diekspor ke luar negeri *bisa nebak nggak permen jahe apa yang kumaksud hihihi?  

4. Membangun Networking 
Membangun jaringan yang luas sangat banyak sekali manfaatnya. Sebagai seorang blogger, sangat perlu meningkatkan networking yang tak hanya melulu dari Indonesia tapi juga dari berbagai negara lain. Menambah ilmu, menambah teman dan yaah siapa tau beruntung diajak kerjasama bareng *halah, bahasa Inggris aja kembang kempis gini hiks. Semangat ah! 

Itulah beberapa persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) a la Lianny, harap maklum yah, biasanya nulis curhat sekarang mesti nulis yang agak serius *garuk-garuk kepala yang nggak ada kutunya. 

Silahkan jika teman-teman mau menambahkan ya :D 


Kamis, 25 Februari 2016

Martabak Camilan Favoritku

Musim hujan begini suka jadi laperan, pinginnya makan terus. Jadilah badan tambah melar hihihi. Salah satu camilan favorit keluarga kami adalah martabak. 


Martabak sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu: 

1. Martabak manis. 





Martabak manis atau biasa disebut dengan terang bulan. Isiannya bisa bervariasi, umumnya adalah cokelat meses, keju dan taburan kacang. Tapi sekarang sudah banyak variasi isian yang bisa kita pilih. Contohnya itu adalah martabak enak di Bandung, yaitu martabak Tropica 10 rasa. Kita bisa pilih 10 rasa favorit kita. Asyik banget, ya! 


2. Martabak Asin. 





Nah kalau martabak asin ini biasanya dibuat dari telur dan daging. Telurnya bisa telur ayam atau telur bebek. Kata orang-orang sih, martabak asin ini lebih mantap kalo pakai telur bebek. Aku sendiri lebih suka telur ayam aja. Untuk dagingnya juga bisa ada daging sapi, daging ayam atau daging kambing. Martabak asin ini selain dimakan langsung sebagai camilan, juga enak dimakan dengan nasi lho. 

Enak mana sih martabak manis atau martabak asin? 
Aku suka dua-duanya karena semuanya enak hihi. Kalau anak-anak lebih suka martabak manis. Kadang kalau beli malam hari dan nggak habis, besok paginya aku hangatkan lagi dan dibawa sebagai bekal sekolah oleh anak-anak. 

Pernah sih nyoba membuat sendiri di rumah, baik martabak asin atau martabak manis. Kalau martabak asin jauh lebih mudah bikinnya. Tinggal beli kulit lumpia saja di supermarket, terus isi dengan kocokan telur, bawang prei dan tumisan daging ayam cacah. Lipat sisi-sisinya membentuk kotak dan goreng. Jadi sudah martabak asin plus cabe rawit tambah enak deh makannya. 

Kalau martabak manis juga pernah bikin 2 kali. Yang sekali gosong dan yang kedua kali lumayanlah jadi, cuma menuang adonannya terlalu banyak jadinya tebel dan nggak bisa bersarang. Masih jaulah dengan martabak manis ala abang-abang penjual martabak itu. Lain kali mau nyoba bikin lagi, masih penasaran soalnya gagal terus hahaha. 

Kalau teman-teman suka yang mana nih, martabak asin atau martabak manis? :D 

Sumber foto : https://id.wikipedia.org/




Rabu, 17 Februari 2016

Yuk, Intip isi Tasku!


Katanya nih, isi tas mencerminkan kepribadian seseorang. 
Masa sih? Wuaahh berarti kalau isi tas nya semrawut, orangnya juga semrawut dong, haduh! 

Ngomongin soal tas, aku termasuk orang yang nggak suka ganti-ganti tas. Jadi tas yang aku punya biasanya cuma satu biji, kemana-mana ya pake itu, sampai bulukan dan rusak baru deh kelimpungan cari tas penggantinya.

Nah sekarang tas yang aku punya ini tas yang ukurannya lumayan gede, sekitar 38x30x15cm. Rasanya lebih enak aja bawa tas yang gede gini, jadi banyak yang bisa dicemplungin ke dalam tas *seperti kantong doraemon aja :D 


Tas doraemonku, semua barang dimasukin :D




Isi tasnya semrawut


Isi tasku sebetulnya sedikit kok, cuma 5 barang aja, nggak sebanding banget dengan ukuran tas yang gede. 

Mau tau isi tasku? Yuk, intip! 
Traalaaaa, ini dia isi tasku …. 


5 barang yang wajib ada di tas



Yang kubawa biasanya ya cuma ini saja sih : Tissue, Hp, Dompet koin, Dompet uang dan Dompet kartu. 

Tissue 
Barang keramat ini wajib banget deh dibawa. Berhubung aku nggak tahan dengan AC, nah kalo pas di ruangan yang AC nya dingin terus pilek dan bersin, gimana coba kalo nggak ada tissue dalam tas? Gawat, kan. Makanya tissue wajib banget deh dibawa. 

Hp 
Hp ini juga harus dibawa kemana-mana karena termasuk sumber rezeki juga lho. Ya siapa tau ada yang nelpon mau bagi-bagi hadiah gratis, kan sayang kalo hp nggak aku bawa. Melayang deh rezeki yang ada. 

Dompet utama 
Dompet ini juga nggak boleh kabur dari dalam tas, ini buat naruh duit kertas dan kartu penting lainnya seperti Kartu Kredit, Kartu ATM dan KTP. Bayangkan deh sudah belanja sana sini eh ternyata dompet kelupaan nggak dibawa. Gimana dong? Bisa–bisa semua barang belanjaan dikembalikan lagi alias nggak jadi beli hahaha. 
  
Dompet koin 
Nah yang ini khusus buat tempat uang koin karena kalau ditaruh di dompet utama ntar menggelembung dompetnya, lagian dompet utama nggak ada resletingnya. Karena terpisah gini, jadi sewaktu-waktu kalo butuh uang koin tinggal ambil deh di dompet ini. Seringnya uang koin ini buat uang parkir.

Dompet Isi kartu 
Nah ini nggak dipake buat naruh duit, tapi cuma kartu aja selain kartu yang ada di dompet utama. Kartu apaan sih? Banyak seperti kartu member hypermart, kartu salon, kartu dokter, kartu gramedia dll. 



Ini dompet isi kartu-kartu




Barang tambahan kalo keluar kota : 

Powerbank 
Nah ini perlu banget deh biar nggak mati gaya kalo baterei hp habis di jalan. Selalu sedia powerbank kemana-mana. 

Air mineral botol
Aku bawa botol kecil biasanya, jadi kalo sewaktu-waktu haus tinggal minum aja. 

Printilan seperti : sisir, lipstick dan bedak
Selalu siaga menemani saat perjalanan jauh, tapi biasanya meskipun dibawa tetep aja jarang kupake. Yah, paling nggak adalah di dalam tas jadi kalo perlu-perlu gampang. 

Minyak kayu putih
Senjata dalam perjalanan adalah minyak kayu putih. Kalo sewaktu-waktu pusing, tinggal oles dengan minyak kayu putih ini *lupa nggak difoto. 


Gegayaan bawa lipstik dan bedak padahal jarang dipake hihi



Yup, itu aja sih isi tasku, dan bisa bertambah sesuai kebutuhan :D 

Kadang-kadang kumasuki payung lipat buat jaga-jaga kalo hujan, pernah juga sandal kumasukin ke dalam tas ini gara-gara ada acara di sekolah, suami pas keluar kota dan aku mesti jalan cari becak di luar kompleks perumahan, lumayanlah bisa 15 menitan jalan. Jalan cari becaknya aku pake sandal trepes biar kaki nggak lecet, begitu dapat becak dan sampe sekolah, sandal trepesnya aku cemplungin dalam tas, ganti dengan sandal lain yang lebih 'sopan' buat masuk ke sekolah hehehe.


Siap menemaniku kemana-mana, sampai nanti pensiun





Bersama tas kesayangan ini saat ke Museum Sampoerna di Surabaya


Itu isi tasku, apa isi tasmu? :D




http://www.wayakomala.web.id/2016/02/my-first-giveaway-whats-in-your-bag.html




Sabtu, 23 Januari 2016

Permainan Masa Kecilku


Putih-putih melati Ali Baba, 
Merah-merah delima Pinokio, 
Siapa yang baik hati Cindrellela,
Tentu disayang mama



Tau nggak lagu ini? Aku dulu sering menyanyikan lagu ini lengkap dengan gerakan-gerakannya bersama teman-teman. Jadi inget dengan permainan masa kecilku dulu, seru banget! Saat pulang sekolah, selesai ganti baju dan makan siang, aku biasanya main dengan teman-teman sebayaku di gang perumahan. Anak cewek dan anak cowok pada ngumpul rame-rame, main bareng. 

Permaianan apa yang biasanya kumainkan? Banyak! Main sepeda, rumah-rumahan, becak-becakan, masak-masakan, kelereng, congklak, petak umpet, lompat tali, benteng-bentengan, bola bekel, bongkar pasang, main yoyo, main hula hop dan masih banyak lagi. Pokoknya mainnya tuh banyak di luar rumah. Makanya sekarang suka gemes juga liat anak-anak sekarang kok mainannya di gadget melulu, padahal main bareng teman-teman itu seru banget lho.


5 permainan favoritku di masa kecil adalah :

Congklak
Permainan congklak ini dimainan 2 orang, aku biasanya menyebut permainan ini dengan dakon.
Congklak punya 2 perangkat yaitu papan congklak dan biji congklak yang jumlahnya 98 buah.  Papan congklak terdiri atas 16 lubang, terdiri dari 14 lubang yang punya posisi sejajar dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar terletak di bagian kedua ujung. Diantara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap baris berisi 7 lubang.Biji congklak ini biasanya berupa kerang atau plastik yang ditempatkan 7 buah pada masing-masing lubang yang sejajar. Asyik juga, permainan ini bermanfaat melatih daya hitung matematika bagi anak-anak.

Masak-masakan
Waktu aku kecil dulu main masak-masakannya pake daun, diiris-iris. Kadang bikin sambel dari buah kecil-kecil yang warnanya merah *lupa namanya hehe, ditaruh dicobek dan diuleg seperti sambal. Kemudian ampas parutan kelapa dibagi menjadi beberapa bagian, diberi pewarna hijau, kuning, merah dll. Peralatan masaknya ukuran kecil terbuat dari tanah liat. Kalo jaman sekarang kan banyak alat masak mainan dari plastik dengan bentuk aneka macam ya. Keren-keren sih, tapi menurutku tetep lebih seru masak-masakan jaman dulu :)
  



Bekel
Permainan ini bisa dimainkan sendiri ataupun beberapa orang. Terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel. Biji bekel ini biasanya berupa logam yang terbuat dari kuningan atau bahan timah dengan bentuk yang khas. Ada juga lho yang menggunakan biji bekel dari tutup botol minuman ringan.

Petak umpet
Petak umpet ini kadang disebut dengan kucing-kucingan. dimulai dari hompimpa untuk menentukan siapa yang jadi kucingnya (yang mencari teman-temannya yang sembunyi). Mata ditutup menghadap pohon atau tembok sampai hitungan kesepuluh, setelah itu bergerak mencari temna-temannya yang bersembunyi.
Nah, kalo main petak umpet ini sih masih sering main sewaktu anak-anak masih kecil. Sekarang mereka sudah ABG, jarang main petak umpet lagi. Yang umum-umum sih sembunyinya di kolong kasur atau di balik pintu hehehe. Tapi kadang-kadanag ngumpet di tempat tak terduga lho semisal di dalam kardus.

Lompat Tali 
Lompat tali ini seru, bisa dimainkan bareng-bareng anak perempuan dan anak laki-laki. Paling sedikit harus ada 3 orang. Dua orang memegang karet di kanan dan kiri, dan pemain lainnya yang melompati karet gelang. Tali yang digunakan berasal dari sambungan karet gelang. Jadi karet gelang disambung-sambung sehingga sangat panjang. Ketinggian karet berubah-ubah. Saat awal adalah sebatas lutut dan pinggang ( Saat ketinggian ini, pemain tidak boleh menyentuh karet ). Selanjutnya boleh mengenai tali, tetapi asalkan lompatan di atas tali dan tidak sampai terjerat tali , yaitu ketinggian sebatas dada, telinga, kepala, satu jengkal dari kepala, dua jengkal dari kepala dan seacungan atau hasta pemegang tali. Jika gagal maka pemain tadi akan menggantikan posisi temannya yang memegang tali.


Sumber gb : http://www.indogamers.com/

Dari lima permainan itu, yang paling paling paling kusenangi adalah main bola bekel. Kadang-kadang anak-anak minta mainan bareng aku. Tebak siapa yang menang? Ya pasti mamanya dong, kan mamanya pinter mainan ini hahaha *digetok rame-rame. Hampir selalu menang terus kalo main bekel bersama anak-anak. Kadang aku sengaja mengalah, aku kalah-kalain deh biar anak-anak menang, kasihan kan kalo mereka kalah melulu.

Eh kok mendadak ingat iklan yang di tv itu loh yg ada kata-kata : Anakku tidak akan menang jika aku mengalah, anakku akan menang jika dia bisa mengalahkanku. Kira-kira gitu deh kalimatnya seingatku.

Anak-anak kalo sudah menang dari aku rasanya girang banget.
“Hore, mama kalah!”
Aku cuma senyum-senyum aja. Lama-lama mereka makin jago kok main bekelnya, tanpa aku perlu mengalah. Tapi sudah setahun ini nggak main lagi, biji bekelnya ilang entah kemana, bolanya juga. Waktu mudik Desember bulan lalu, neneknya membelikan bola dan biji bekel buat mainan mereka, sayang banget ketinggalan di sana.

Kalau kuamati, biji bekel yang sekarang kualitasnya lain dengan dulu. Biji bekel jaman aku kecil dulu itu agak berat tapi halus banget buatannya. Kalau sekarang ringan, buatannya agak kasar, dan terlalu runcing jadi kalo kena runcingnya, tangan bisa sakit.

Permainan bekel ini bermanfaat untuk melatih ketrampilan tangan. Selain itu mengajarkan juga tentang kesabaran dan ketekunan. Permainan bekel ini yang terdiri dari beberapa tahapan bisa dimaknai secara mendalam. Seperti hidup, untuk mencapai satu hal yang besar diperlukan tahap demi tahap, selangkah demi selangkah untuk mencapai puncak kesuksesan.

Duh, mengenang permainan masa kecil kok jadi pingin mengulang masa-masa itu lagi. Tapi ya sudah nggak mungkin kan, kecuali punya mesin waktunya si Doraemon hihi.

Itulah permainan masa kecilku. Apa permainan masa kecilmu?



Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa.



http://www.lidyafitrian.com/2016/01/giveaway-permaianan-masa-kecil.html



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...