Kamis, 05 November 2015

Kanker Membuatku Kehilangan Kakak Tercinta



Kanker!
Satu kata yang terdengar menakutkan bagi banyak orang. Jika seseorang sudah divonis terkena kanker, hidup seakan runtuh tiada bernyawa.

Kanker hinggap di tubuh kakak.
Entah kenapa dia memilih tubuh kakakku untuk dihinggapinya. Tiga tahun bertahan dengan herbal, akhirnya kakakku mau memutuskan untuk berobat ke dokter. Saat itu kondisinya sudah terlihat parah. Mulailah serangkaian pemeriksaan, kemoterapi dan radiasi yang tak terhitung banyaknya.

Tubuhnya yang dulu sehat berangsur mulai kurus dan bertambah kurus, kulitnya mulai berkeriput dan rambut sudah berguguran satu demi satu tak ada yang tersisa, pun rambut alisnya.

Tapi apakah kakakku lantas menyerah? Tidak!
Semual apapun perutnya sehabis kemo, atau kulit bibir yang mengelupas membuatnya tak bisa makan, kakak tetap semangat berjuang menjalani semuanya. Semangatnya selalu membara, berjuang untuk sembuh, demi orang-orang yang dicintainya.

Doa yang tak putus-putusnya kami panjatkan bagi kesembuhannya.
Puji Tuhan, kanker yang sudah hampir stadium akhir itu akhirnya berangsur hilang. 

Aku bahagia ketika akhirnya rambut kakak mulai tumbuh bahkan lebih lebat dari sebelumnya. Aku bahagia melihat berat tubuhnya mulai sedikit naik. Aku bahagia melihat  senyumnya kembali mengembang lebar.
Kami bahagia.

Tapi setelah hampir 5 tahun menghilang, kanker muncul lagi di tempat berbeda. Kali ini rupanya tubuh kakak sudah tidak kuat menjalani rangkaian kemo. Setelah bertahan sampai rangkaian kemo yang ketiga, tubuhnya terus melemah.

Tuhan sangat baik, masih memberi kesempatan pada kakak untuk mendampingi putrinya merayakan ulang tahun yang ke-17.
Tuhan masih memberi kesempatan pada kakak membuat sendiri kue ulang tahun ke-17 untuk putrinya, kue ulang tahun yang dibuatnya dengan penuh cinta. 

Akhirnya... Tuhan memanggilnya pulang tepat pada hari raya Idul Fitri 2014 lalu.

Kakak pasti bahagia.
Aku sangat yakin, kakak pasti bahagia karena suami dan putrinya selalu berada di sisinya di hari-hari terakhir saat dia akan berpulang.
Kakak pasti sangat bahagia. 

Memang, kanker membuatku kehilangan kakak tercinta.
Tapi kami sekeluarga sudah ikhlas karena kami percaya ini rencanaNya yang terindah.
Tuhan sudah mengambil semua kesakitan kakak dengan memanggilnya pulang kepangkuanNya.

18 Oktober lalu adalah hari ulang tahunnya.
Selamat ulang tahun kakakku tercinta, bahagialah di tempat keabadianmu. 


Kanker bukan akhir dari segalanya,
Kita berhak untuk memperjuangan hidup kita
Tetap semangat, jangan menyerah
Tak ada yang mustahil bagi Tuhan
Tetap bersyukur dan percaya bahwa kehendakNya adalah yang terbaik


* Bagi para wanita, kanker payudara adalah momok yang sangat menakutkan. Tapi bukan berarti tidak bisa diobati. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan SADARI agar bisa dideteksi secara dini.

Buat teman-teman yang sedang berjuang melawan kanker, tetap semangat ya, masih banyak orang-orang di sekitar kalian yang menginginkan kalian sembuh, masih banyak cinta dan doa yang senantiasa dilantunkan memohon kesembuhan kalian. So let's finish the fight!


Postingan ini kutulis untuk membantu Kampanye #finishthefight #gopink #breastcancerawareness




 

4 komentar:

  1. nenekku pun meninggal karna kanker, sedih memang tapi kadang mikir lebih baik nenek ke surga daripada tiap hari harus kesakitan

    BalasHapus
  2. ngeri ya mak, kanker bisa menimpa siapa saja. semoga kita sehat terus..

    BalasHapus
  3. perjuangan kaka tercinta begitu luar biasa ya mba,,,,

    BalasHapus
  4. my deepest condolences ya mbaaa...pasti berat rasanya kehilangan kakak tercinta. Semoga kita selalu kuat dan sehat yaaa..

    Thanks for joining my GA #finishthefight #gopink #breastcancerawareness yaaa :)

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...