Minggu, 30 Maret 2014

Sang Patriot Itu Kupanggil Mama



Sang patriot itu kupanggil mama.

Ya, dia yang mengajarkan padaku untuk gigih dan pantang menyerah menghadapi kehidupan yang serba keras ini. Bangkit dari keterpurukan, mulai dari nol saat tidak mempunyai apa-apa kecuali semangat dan keyakinan. Saat rumah bernaung kami di kota terpaksa dijual karena terlilit hutang. Saat semua perhiasan yang ada juga dijual tak tersisa. Kau menunjukkan kekuatanmu sebagai seorang wanita yang tegar. Pergi ke pinggiran kota dan membuka toko kecil di sebuah desa di sana. Dari toko kecil inilah kau mulai memeras keringat siang dan malam agar bisa bertahan hidup dan menyekolahkan keempat anakmu. Dari toko kecil inilah akhirnya keempat anakmu berhasil menjadi seorang sarjana.

Seakan tak pernah lelah kau bangun setiap jam tiga pagi dan tidur larut malam. Membereskan semua pekerjaan rumah tanpa kenal lelah. Menemani anak-anakmu yang belajar sampai larut saat ujian menjelang, menyajikan segelas teh hangat dan sepotong roti untuk mereka, meski tubuhmu sudah teramat lelah.

Pelukan hangat dan air mata bahagia bergulir di pipimu saat mendampingi satu persatu anak-anakmu diwisuda. Kebahagiaan yang datang hasil dari kerja keras dan doamu yang tak kunjung putus, semuanya untuk anak-anakmu.

Sampai sekarangpun dimasa tuamu, kau tak mau sedikitpun merepotkan anak-anakmu. Kau tetap membuka toko kecil itu sampai sekarang agar bisa memberikan hadiah kepada para cucu dengan hasil keringatmu sendiri, begitu katamu.


Membicarakanmu tak akan pernah ada habisnya. Yang pasti, darimu... aku belajar banyak hal, semangat, kegigihan, pantang menyerah, kedispilinan dan cinta. Kaulah patriot yang menggoreskan banyak kenangan indah dalam hidupku. Kaulah yang mengajarkan kepadaku kesabaran dan cinta tanpa batas kepada orang-orang terkasih. Teladanmu menjadikan aku lebih bijak mendalami peranku sebagai seorang mama dari anak-anakku sekarang.
Banyak patriot di negara ini yang berjuang untuk bangsa tercinta. Kalau dulu melalui senjata, sekarang ini melalui pemikiran, lagu, tulisan dan kepandaiannya.

Dan jika ada yang bertanya padaku, siapa patriot dalam hidupmu? Aku pasti akan menjawab : Patriot itu kupanggil mama … sang patriot yang telah berjuang untuk keluarga dengan penuh cinta.


Postingan ini diikutkan dalam :  Syukuran di Bulan Maret : Mengenang Sang Patriot di Kehidupan Kami

Senin, 24 Maret 2014

Dua Status

Pakdhe Guslik Galaxi, sang komandan BlogCamp mengadakan GA lagi, yang kali ini mau nggak mau mengharuskan aku untuk obrak-abrik wall FB untuk mencari status yang sudah kutulis di sana. Tentu saja sulit menemukan status, karena aku jarang sekali menulis status kecuali selamat tahun baru, natal, hari raya, ucapan terima kasih atas kiriman hadiah dari GA atau lomba yang kuikuti serta ucapan terima kasih atas ucapan selamat ultah buatku, itu saja sih. Terakhir aku nulis status dalam rangka Srikandi Blogger 2014, karena ke 50 Finalis diwajibkan pasang status untuk promo diri di wall FB. Lha masa iya sih, itu yang kubuat tulisan untuk GA pakdhe? Akhirnya aku obrak-abrik wall FB ku lagi dan nemu 2 buah status (eh beneran cuma 2 status, selain status umum seperti yang kusebutkan di atas) haha, akhirnya…. Bisa juga ikutan GA ini :)

Status 1 ( Dec 24, 2011 ) Kiriman seorang teman di malam natal…thx


Status ini kutulis karena pada tanggal 24 Des, malam menjelang Natal 25 Des keesokan harinya. Malam itu kami mendapat kiriman dari salah saeorang sahabat yang tinggal di Surabaya. Mau tahu kiriman apa itu? Puding buah… Yah, kami mendapat pudding buah yang berukuran besar banget, isinya ada buah kiwi, strawberry, kelengkeng, nanas dll. Melihatnya saja sudah menggugah selera, pingin cepet-cepet ngicipi. Dan ternyata rasanya memang tidak kalah dengan penampilannya, rasanya enak banget. Sebenarnya ada fla nya juga, tetapi tidak kami makan karena saat diicip, rasanya sudah sedikit asam. Untunglah pudding buahnya tidak apa-apa. Ya kami maklum lah, karena perjalanan Surabaya ke tempat kami sekitar 5 sampai 6 jam. Jadilah malam itu pudding buahnya kami makan ber-sembilan orang (kami sekeluarga dan keluarga adik iparku). Yang komen di statusku ini cuma satu, Lie Hong, teman lama saat kuliah dulu.

Comment : wow … Enake rek, malem Natal dapet kiriman.

Ya tentu dong, gimana tidak enak dapet kiriman pudding buah gratis? Pasti enak hihi.

Kutulis status di FB itu sebagai rasa syukur dan terima kasih kami kepada sang pemberi pudding dan terutama kepada Tuhan, yang memberikan rejeki pada kami di malam itu. Makan bareng-bareng itu nikmat juga lho …


Status 2 ( March 3, 2012 ) Ngantuk… wktnya bobok ( 12 malem) malah nunggu anak d skolah…



 

Status ini kutulis saat aku sedang menjemput anak sulungku di sekolah. Anak sulungku saat itu duduk di kelas 6 SD dan sedang melakukan perjalanan study wisata ke WBL, Lamongan. Perkiraan pulang jam 12 malam, jadi jam segitu saat sedang ngantuk-ngantuknya terpaksa pergi ke sekolah untuk menjemput anakku. Eh ditunggu-tunggu bus nya nggak dateng-dateng, nah untuk menghilangkan kantuk juga, akhirnya aku buka-buka FB dan buat status ini. Rombongan baru datang jam setengah satu. Syukurlah rombongan tiba dengan selamat sampai di sekolah, lega akhirnya bisa bertemu dengan anak sulungku lagi *ditinggal 2 hari sudah kangen banget :) Yang komen di statusku cuma 2, ipar dan keponakanku.

Comment : setengah satu malem apa setengah satu pagi? Hehehe christin ya? malem banget wkwkwk

Itu komen dari keponakanku, Andreathena. Eh betul juga ya jam setengah satu malem apa setengah satu pagi yang betul? Hayo siapa yang bisa jawab hihi. Kalau lewat jam 12 malam, mungkin sudah disebut pagi kali yaa, jadinya jam setengah satu pagi *betul nggak sih? Paling tidak saat itu kantukku agak berkurang dengan menulis status di FB :)

Dari GA pakdhe ini ternyata aku baru sadar kalau orang lain sehari bisa menulis status berkali-kali, lha aku malah bisa dihitung dengan jari saja setahun nulis status berapa kali, itupun status yang sama. Nggak heran deh, yang komen juga paling-paling 1 atau 2 orang saja. Mungkin setelah ini aku harus rajin nulis status kali ya, tentu saja status yang nggak lebay hahaha. Kita bisa berbagi dengan orang lain lewat status di FB, selain itu juga bisa menularkan energy positif kepada orang lain.


 Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan Dua Status di BlogCamp

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...