Rabu, 18 September 2013

Ikutan GA Maya-Maia.. dung tak dung tak jes!


Baru kali ini aku membaca sebuah judul postingan tentang GA yang bikin aku tertawa geli. Bagaimana tidak, di judulnya ada kata-kata : dung tak dung tak jes!  Ha ha ha… *numpang ketawa dulu sebelum lanjut cerita. Saat itu aku dicolek-colek oleh Jiah di FB, kupikir dia yang lagi ngadain GA, tidak heran kata-katanya konyol gitu, ealah ternyata dia mempromosikan GA milik Annesya temannya, dan Jiah merupakan salah satu jurinya. Bisa kubayangkan sih, si penulis buku dan juri sama konyolnya, klop deh.

Nah, sekarang masuk ke intinya nih *yang diatas tadi cuma pengantar saja, abaikan.

Aku pengen banget baca buku Maya-Maia ini *apalagi kalau dikasih gratis, eh ngarep dikit nggak apa kan..
 
Buku yang mengangkat tema soal hidup, cinta dan kebetulan selalu membuatku penasaran  untuk membacanya. 

Berbicara tentang kebetulan, kuambil salah satu contoh kecil yang pernah kualami. Ini cerita tentang buku 5 cm. Aku baru tau kalau ada buku itu saat membaca koran yang mengulas tentang film 5 cm yang akan tayang, sepertinya sih menarik. 2 hari kemudian aku ke gramedia dan langsung melihat buku 5 cm terpampang di rak bagian depan, padahal sebelumnya tidak pernah kelihatan buku ini, entah mungkin aku yang siwer.  Antara mau beli dan tidak, akhirnya aku memutuskan untuk melihat filmnya terlebih dahulu. 1 hari setelah itu di FB ada seorang blogger yang mengupload foto makanan dan akan memberi hadiah bila betul menebak. Aku berhasil dan diminta menulis alamat untuk pengiriman buku, dan bukunya terserah padaku untuk menentukan pilihan. Tau kan saat itu yang kupilih, buku 5 cm. Dua hari kemudian buku 5 cm itu sampai di rumahku. Kalau dihitung-hitung dari aku membaca koran sampai aku menerima buku itu, tidak lebih dari seminggu jaraknya. Semuanya seakan serba kebetulan dan terjadi secara sambung menyambung. Kok bisa seperti itu ya? Satu kebetulan yang akhirnya diikuti oleh serangkaian kebetulan lainnya.


Kembali ke topik utama kenapa sih aku ngebet banget pengen buku Maya-Maia ini…

1. Dalam hal ini aku penasaran dengan cerita tentang Maya dan Maia yang hidupnya tak sengaja tertukar.  Pasti heboh banget si Maya yang biasa hidup serba ada mendadak kini bersama Joni yang tukang reparasi komputer. Sebaliknya, si Maia yang tidak mengerti apa-apa soal Jakarta, kini diantar Jonathan untuk tinggal di apartemen mewah.  Makanya penasaran dong pengen tau konflik-konflik yang terjadi dan endingnya bagaimana.

2. Aku pengen bernostalgia dengan membaca buku ini, masih kebayang sih dalam benakku ortu melarangku ambil kuliah di Malang. Suamiku dulu juga dilarang ortunya kuliah di Jakarta. Akhirnya aku dan dia dipertemukan dalam bangku kuliah yang sama di kota Surabaya, sampai akhirnya menikah. Kebetulan atau garis takdirkah ini?

3. Aku lebih senang jenis buku seperti ini, karena bisa membuatku awet muda. Membaca kisah hidup dan cinta itu selalu menyenangkan daripada membaca kisah pembunuhan atau horror.

4. Terakhir, aku pengen banget dapet buku yang ada tanda tangan penulisnya ditambah pula cap bibirnyaaa itu lho. Seumur-umur aku belum pernah lho dapet yang begituan he he..*mungkinkah jadi kenyataan?

Itu adalah alasan-alasan kenapa aku pengen baca Maya-Maia ini. Akhir kata congratz ya buat Annesya yang sudah menerbitkan buku ini, semoga akan muncul buku-buku selanjutnya yang tak kalah menariknya.

Ps : Sekalian mau nanya dicucus itu apa artinya yahh *suer, beneran nggak tau, nggak gaul banget yaa :D

Tulisan selesai … dung tak dung tak jes!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...