Rabu, 19 Juni 2013

SIM Yang Malang

Banyak orang mengendarai kendaraan bermotor tetapi tidak mempunyai SIM. Nah, aku malah kebalikannya, punya SIM tetapi tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor. Lha kok bisa ya? Ini nih ceritanya .. 

Aku tidak bisa mengendari kendaraan bermotor, jadi yang mengantar ketiga anakku ke sekolah otomatis suamiku. Bingungnya itu kalau suamiku sedang pergi ke luar kota, siapa yang mengantar? Dulu anak-anakku masih kecil, masih muat naik becak orang 4, nah kalau sekarang mana muat? Orang tiga saja sudah sempit rasanya. 

Akhirnya aku memberanikan diri untuk belajar nyetir mobil, les privat. Tahun 2008 lalu harganya Rp. 750.000 tanpa SIM atau Rp. 900.000 dengan SIM. Nah aku ambil yang sekalian dengan SIM. Les cuma 14 kali pertemuan per 1 jam. Awalnya cuma dijelaskan tentang rem, kopling, dan gas. Setelah itu nyoba muter-muter di gang perumahan 3 kali, lalu disuruh praktek langsung di jalan. Saat itu tubuhku basah kuyub oleh keringat, takut ih. Aku tidak bisa naik sepeda biasa dan sepeda motor, lha ini baru nyoba pertama kali les, langsung disuruh praktek di jalan yang ramai. Kebayang kan, panik banget aku. Untung ada si bapak pelatih, jadi kalau mau nabrak-nabrak ya cepet-cepet dibenerin atau di rem langsung sama dia he he … 

Dalam 14 kali pertemuan itu, aku sudah lumayan bisa *menurutku sih, tetapi parkirnya aku yang masih belum bisa. Setiap kali latihan parkir mundur, selalu tidak tepat, kadang terlalu ke kanan, kadang terlalu ke kiri, bahkan sering bagian belakang mobil itu menabrak kayu-kayu pembatas yang memang disiapkan untuk latihan parkir mundur ini. *Untung bukan mobil sendiri he he, eh mungkin gegara ini juga kali ya makanya mobil les-nya agak jelek :( 

Setelah 14 kali pertemuan itu selesai, waktunya mengurus SIM. Semua sudah diurus oleh si pelatihku ini, jadi saat itu aku tinggal datang dan menunggu untuk foto. Rame banget yang bikin SIM saat itu, aku nunggu aja hampir satu jam lamanya, baru dipanggil masuk ke ruangan untuk foto. Sekali masuk ada 6 orang, terus bergilir foto satu-satu. Foto diliatin orang-orang yang nggak kukenal, mana tahannn! Habis itu tanda tangan digital, suer itu untuk pertama kalinya aku melihat benda ajaib seperti itu *ketahuan kalau gaptek. Sampe mengulang dua kali karena tidak tepat dan kekecilan tanda tangannya *haduh.. elap keringet lagi. Eh tapi setelah foto, nunggu sekitar 10 menit langsung jadi, bahagianya punya SIM. Aku bersyukur sudah punya SIM karena 1 thn kemudian diberlakukan ujian praktek untuk membuat SIM. 

Beberapa hari setelah itu, aku praktek pake mobil suami, suamiku yang mendampingi. Kok lain ya, letak rem dan gas sepertinya terlalu tinggi, trus kursinya malah kependekan *ribet banget aku ini. Tiga kali latihan, tiga kali mau kejebur di selokan. Alhasil, suamiku yang jadi takut dan kapok nemeni aku latihan. Malah aku disuruh les lagi hiks.. keluar uang lagi dong. Akhirnya karena aku tidak les lagi, sekarang aku malah lupa caranya nyetir mobil itu bagaimana. Tahun ini masa berlaku SIM mau habis, akan kuperpanjang lagi ah meski belum bisa nyetir. Smoga beberapa tahun ke depan, SIM ini bisa berguna juga. 

8 komentar:

  1. Walah, mak... beruntung dirimu les di tempat yang tepat, aku ga pake les alias modal nekat, hihihi

    BalasHapus
  2. iya sekarang lewat tempat kursus bisa juga dapet SIM ya..

    SIp makasih ya mak SUdah berpartisipasi :D

    BalasHapus
  3. sama Maaak. Saya juga punya SIM duluan sebelum bisa naik motor. Tapi tahun ke 3 rasanya dah bisa naik motor akhirnya. Mobil belum nih. Kk saya nyerah ngajarinnya. Mobilnya lompat pas saya pegang setir :D

    BalasHapus
  4. @Mira : malah yg modal nekat itu yg berhasil mak. Aku sdh les tapi masih nggak bisa nyetir hiks..

    @Hana : Iya, sekalian mak Hana.

    @Hairi :Seneng ya mak udah bisa naik motor. Meski mobil belum, tapi motor bisa. Aku kapan bisanya???

    BalasHapus
  5. Waaaah, Aku belajar motor Alhamdulillah enggak jadi nabrak pagar tetangga, setelah itu malah jadi bisa.

    Belajar mobil baru sebatas muter-muter itupun diajari sama suami. MEnurut dia siiich sudah oke...hihii

    SIM? SIMku matii...

    Salam
    Astin

    BalasHapus
  6. @Astin : asyik ya mak sudah bisa nyetir. SIM mati nggak masalah, tinggal buat lagi, yg penting sudah bisa nyetirnya :)

    BalasHapus
  7. kalausuami saya malah ada sim tapi ga ada mobil, hehhehehhehe

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...