Selasa, 16 April 2013

Elisa Koraag's Give Away 2013 : Perasaan Ibu





Saat aku blogwalking kesalah satu Blog mak Elisa Koraag, ternyata emak keren ini sedang mengadakan Giveaway. Mak Elisa Koraag mempunyai 3 buah blog, yang ketiganya sangat menarik buatku, baik dari penampilannya maupun tulisan-tulisan di dalamnya.

Ini adalah pendapatku tentang ketiga blog tersebut:

1. http://nyonyafrischmonoarfa.blogspot.com/
 Blog ini terkesan feminin dengan latar belakang bunga berwarna coklat. Cantik dan terasa damai sekali melihat tampilan blognya, apalagi di bagian header terpasang foto keluarga - Mak Elisa, suaminya dan kedua anaknya. Senang rasanya melihat foto keluarga yang bahagia ini. Blog ini lebih banyak bercerita tentang pemikiran dan tentang diri Mak Elisa sendiri.



2. http://elisakoraag.blogspot.com/
Blog yang kedua ini terkesan meriah. dinamis dan penuh gelora semangat dengan warna merah sebagai latar belakangnya. Cocok sekali dengan tulisan-tulisan di dalamnya yang berisi tentang kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh mak Elisa. Ada kesan romantisnya juga di bagian header yang menampilkan foto berdua mak Elisa dengan suami tercinta. Melihat blog ini bisa membuat energi semangat jadi meningkat.

3. http://vanenbas.blogspot.com/
Blog yang ketiga ini tak kalah menariknya dengan kedua blog lainnya. Latar belakang yang kecoklatan dan menampilkan gambar tangan si orang tua dan buah hatinya yang saling menempel, sungguh menarik hatiku. Dan tulisan di dalamnya ternyata juga berisi tentang keseharian kedua anak mak Elisa, Vanesa dan Bastiaan. Bagiku, cerita keseharian anak-anak tercinta memang sangat menarik dan indah untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.

Dari ketiga blog tadi, aku memilih Blog yang kedua : http://elisakoraag.blogspot.com/  karena ada satu postingan di dalamnya yang sangat berkesan dan menarik hatiku. Saat itu dengan membaca judul postingannya saja, aku sudah jatuh hati, padahal isi dari tulisan belum kubaca. Ternyata memang benar, setelah membaca isi postingannya, aku tambah "jatuh cinta".
Postingan itu berjudul : Perasaan Ibu, bisa dibaca di :


Pertama kali memilih postingan ini karena :
1. Judul postingannya yang langsung mengena ke titik sasaran hatiku,
2.Ada foto-foto suami mak Elisa bersama kedua anaknya. Aku sangat suka melihat foto-foto keluarga, rasanya ikut bahagia melihat kerukunan itu. Beberapa foto yang ditampilkan disini mengingatkanku akan suami dan anak-anakku, sebuah keluarga yang kumiliki.
3. Selain judul dan foto, tentu saja isi tulisannya sangat berkesan bagiku, aku sangat suka postingan tentang perasaan ibu ini.

Makna/teladan yang bisa diambil dari postingan ini, menurutku adalah :
1. Sisi lain dari kehidupan. Tentang kemiskinan yang tampak di Sumba, sampai bocah-bocah kecil pun harus bekerja keras, berjuang untuk hidup mereka, sampai tak ada waktu untuk bermain-main, masa ceria yang seharusnya mereka miliki. 
2. Karena kemiskinan itu pula, sampai-sampai para ibu rela menjual diri mereka sendiri demi untuk menghidupi dirinya dan anaknya, sedangkan sang ayah pergi entah kemana. Kasih ibu kepada anaknya betul-betul tulus. Betapa tabahnya para ibu ini. 
3. Seorang ibu pasti akan rindu pada anak-anak yang ditinggalkannya, apalagi jika ditinggalkan ke tempat yang jauh. Semua itu tentu karena cinta ibu yang begitu tulus untuk anak-anaknya, juga untuk suaminya tercinta. 

Postingan ini menceritakan tentang perasaan mak Elisa saat pergi bertugas ke Waingapu, Sumba Timur. Setelah beberapa hari sebelumnya pergi ke Gorontalo dan Manokwari. Meninggalkan kedua anaknya tentu membaca rasa rindu dan juga cemas dengan keadaan mereka. Bersyukur ada suami yang bisa menjaga keduanya.

Simaklah perasaan mak Elisa dalam cuplikan postingannya ini: 

….
Sejak tanggal 9 Agustus
Aku pergi meninggalkan suami dan kedua anakku.
Ada yang menoreh rasa perih di dada.
Aku pergi karena tugas. Bukan jalan-jalan.
Beberapa hari lalu, aku dari Gorontalo,
Daerah nenek moyang suamiku. Lalu Manokwari.
Papua barat…! Itu derah konflik.
Bahkan aku sempat berfoto di depan tulisan
Dewan Pimpinan Pusat, Gerakan Merah Putih…!

Kawan-kawanku mengira, aku bersenang-senang.
Sudah tentu aku harus punya perasaan senang.
Perasaan itu harus ditimbulkan, harus diciptakan.
Kalau tidak ingin frustasi.

Padahal, kalau mau jujur.
Saat malam menjelang dan terbaring dikamar hotel.
Hati ini ingin menjerit.
Tapi membayangkan saja tidak berani.
Takut mereka,….kedua buah hatiku gelisah dan rewel.

Perempuan mana, yang sudah menjadi seorang ibu
Tidak resah dan gelisah, bila teringat buah hati?
Yang baru berusia 4 dan 1 tahun?
Yang terpaksa ditinggalkan sementara diseberang lautan?

Aku berusaha untuk tidak mengingat mereka.
Tapi salahkah aku…?
kalau terkadang bau tubuh keduanya ada diujung hidung?
Bukan keduanya tapi ketiganya, termasuk bapaknya.
Mengingat bapaknya, aku jadi tersenyum.
Hati ini merasa tenang karena yakin kedua anakku
Ada pada bapaknya
yang pasti melindungi dan merawat mereka.


…..
Dan aku masih termangu, ketika penumpang pesawat bersiap turun.
Ini kali kedua aku mendarat di Waingapu.
Dan kali ke sekian aku harus kompromi dengan persaaanku sebagai ibu
Karena meninggalkan ketiga belahan hatiku saat fajar belum lagi menyingsing.
Sabar nak, sabar ya Pa, dua hari lagi mama pulang!.
Dan aku menarik nafas,
bau mereka ada diujung hidungku.




Itulah perasaan mak Elisa saat itu, betapa teharu aku membaca tulisan ini. Seorang perempuan yang sudah menjadi ibu, pasti akan memahami betapa perasaan seorang ibu tak pernah berdusta, perasaan seorang ibu betul-betul tulus untuk anak-anaknya. Eh, aku kok jadi pengen curhat juga tentang perasaan ibu itu, boleh kan mak Icha? Sebagai full time mom, yang kesehariannya bersama anak-anak, tentu saja ada suatu perasaan “aneh” jika anak-anak tidak ada, apalagi anakku tiga, rame banget itu rumah. Tapi saat mereka sudah berangkat sekolah semua, rumah itu jadi sepiii rasanya.

Pertama kalinya mengalami hal itu, aku jadi merasa kangen dengan celotehan mereka, tapi kalau sekarang sih sudah terbiasa, karena siang hari saat mereka pulang sekolah, rumah sudah rame lagi. Pernah th 2011 lalu, aku pergi ke Semarang bersama suami karena menghadiri suatu seminar. Tiga hari seminar dan 2 hari perjalanannya, total jadi 5 hari aku meninggalkan ketiga anakku. Mereka kutitipkan ke mertuaku, tentu saja masih satu kota. Di dalam perjalanan, terlebih jika mau tidur malam di hotel itu, aku selalu teringat dengan mereka. Cemas dengan keadaan mereka, "Apakah mereka baik-baik saja? Apakah mereka bisa ujiannya? Apakah mereka sudah makan?" Dan berbagai kecemasan lain melanda pikiranku. Apalagi di hari pertama, aku sampai tidak bisa tidur karena mertua menelepon anakku yang terkecil demam. Baru 1 hari kutinggal anakku sakit, bagaimana dia bisa belajar dan besoknya bisa mengerjakan UAS? Saat itu memang ketiga anakku sedang menghadapi UAS. Cemas sekali aku, dalam hati aku terus berdoa minta kesembuhan bagi anakku. Syukurlah, Tuhan Maha Baik, keesokan harinya mertuaku menelepon kalau anakku demamnya sudah turun dan bisa bersekolah menghadapi ujian. Terima kasih Tuhan. Ah, perasaan semua ibu sama yahh, selalu rindu dan cemas memikirkan keadaan anaknya kalau ditinggal pergi. Tapi itu semua adalah bentuk ketulusan cinta sang ibu kepada buah hatinya ...

Pendapat tentang Mak Elisa Koraag: 

Siapa sih yang tidak kenal dengan Elisa Korag? Mak Icha demikian emak yang keren ini disebut di komunitas KEB. Mak Icha ini sekarang mempunyai sebutan maklin Icha, emak lincah he he ..
Aku tidak pernah bertatap muka langsung dengan mak Elisa, tapi lewat grup di KEB, segala aktifitas dan foto-fotonya, aku bisa membayangkan bahwa mak Elisa adalah sosok seorang wanita yang lincah, aktif, energik, murah senyum, selalu ceria dan sangat cinta dengan keluarganya.

Ternyata benar, saat kubaca tulisan di http://nyonyafrischmonoarfa.blogspot.com/2013/02/inilah-aku.html 
banyak sekali prestasi yang dikerjakannya dari menjadi reporter, pekerjaan di radio, talk show , menulis sampai seabrek bukunya pun sudah terbit. Aku betul-betul senang bergabung di KEB sehingga aku berkesempatan mengenal sosok hebat dari mak Icha yang sangat menginspirasi ini. Semoga suatu saat aku bisa bertatap langsung dengan mak Icha ..


2 komentar:

  1. sukses ya mak
    iya saya juga suka postingan mbak Elisa Koraag tentang perasaan ibu

    BalasHapus
  2. perasaan Ibu memang yang paling peka ya ^^

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...