Selasa, 05 Maret 2013

Kado Sederhana Penuh Cinta

Kalau mendengar kata-kata ulang tahun, pastilah kita membayangkan suatu pesta dengan kue tart, lilin ulang tahun, kue-kue, makanan dan kado-kado yang istimewa. Hari ulang tahun sangatlah dinantikan, apalagi bagi seorang anak kecil. Hari-hari menjelang ulang tahun, si kecil pasti sudah membayangkan kado apa yang bakal diterimanya, atau kue tart dengan hiasan lucu yang memikat hati. Tapi apa jadinya jika tepat pada saat hari ulang tahun itu tiba, si kecil sedang jatuh sakit? Pasti tidak enak sekali rasanya kan? Anakku yang pertama pernah mengalami kejadian ini, sakit pada saat hari ulang tahunnya yang ke 9, saat itu dia sedang duduk di kelas 3 SD.


 

# Hari Ultah - Berusaha ceria meski sedang sakit #

Memang sih, biasanya pada saat hari ulang tahun aku biasanya membelikan anakku kue tart ulang tahun sederhana sehingga dia bisa berfoto dengan kue tart ulang tahunnya itu. Anakku suka sekali meniup lilin menyala yang ada di atas kue tart ulang tahunnya. Moment ulang tahun ini sangat berharga untuk diabadikan, dan tentu saja tidak akan bisa terulang lagi. Dengan adanya foto itu, kita akan bisa mengenang kembali saat-saat indah bertahun- tahun lalu.  Selain itu biasanya di hari ulang tahun anakku, kami sekeluarga besar ( mertua dan keluarga adik ipar ) datang ke rumah dan cukup merayakan dengan makan bersama di rumah. Indahnya kebersamaan ini buatku jauh lebih berharga daripada pesta meriah.

Sehari sebelum hari ulang tahunnya, saat pulang sekolah, anakku, Christin merasa tidak enak badan. Dan malam harinya badannya mulai panas. Keesokan harinya, tepat di hari ulang tahunnya anakku tidak masuk sekolah, aku membawanya ke dokter. Ternyata terkena radang tenggorokan, ditambah dengan flu berat. Hari ulang tahun itu dilewatinya di tempat tidur. Sore harinya, seperti kebiasaan keluarga kami saat hari ulang tahun, mertua, adik ipar dan keponakanku datang semua ke rumah mengucapkan selamat ulang tahun buat anakku. Ah… aku lupa memberitahu mereka kalau Christin sedang sakit. Akhirnya kami makan malam bersama dengan hidangan yang sederhana, hanya mie goreng, cah sayur dan bakwan kuah, tanpa kue tart ulang tahun saat itu. Meski sedang sakit, anakku tetap tersenyum dan berusaha tetap ceria. 

Keesokan harinya, anakku masih belum masuk sekolah karena masih lemas badannya. Syukurlah di hari keempat, anakku sudah mulai pulih dan sehat kembali. Tetapi hari itu sekolah memang libur karena pengambilan raport oleh orang tua masing-masing. Setelah mengambil raport dan hendak permisi pamit pulang, guru wali kelas anakku menahan langkahku.

 “Sebentar bu ..” Beliau membuka lemari yang ada di dekat meja guru. Sesaat kemudian dia menyerahkan tas kresek kepadaku. Saat kuintip, di dalamnya ada bungkusan-bungkusan kecil.
“Apa ini, Pak?” tanyaku tak mengerti.
“Begini Bu, saat Christin tidak masuk dua hari lalu. Beberapa temannya membawa bungkusan-bungkusan ini. Saat saya tanya, mereka menjawab kalau itu kado ulang tahun buat Christin. Saya sendiri baru tau kalau saat itu Christin ulang tahun. Hari itu mereka ingin memberi hadiah kejutan, ternyata yang ulang tahun malah tidak masuk. Kemarin mereka juga menunggu, tapi Christin masih tidak masuk. Kelihatannya mereka agak kecewa. Akhirnya saya bilang ke mereka kalau kadonya diletakkan di lemari kelas saja, nanti kalau Ibu datang mengambil raport, kadonya saya serahkan. Mereka mau. Dan itu kado-kadonya buat Christin, titip salam semoga lekas sembuh ya Bu ..” 

Saat itu, aku benar-benar terkejut, sungguh aku tak menyangka sama sekali kalau anakku begitu dicintai teman-temannya, sampai mereka hendak memberikan hadiah kejutan buat anakku. Terus terang kalau saja aku tidak malu dengan guru wali kelas anakku, air mata ini mungkin sudah keluar saking terharunya. Anak-anak itu masih kelas 3 SD, tapi di umur yang masih muda seperti itu mereka menunjukkan kepedulian pada temannya. 

Anakku gembira sekali ketika kuceritakan kepadanya apa yang dikatakan guru wali kelasnya. Kuserahkan tas kresek berisi beberapa kado di dalamnya. Dibukanya satu persatu kado-kado itu. Ada kotak kecil berwarna biru, buku cerita bekas, buku tulis, jepit rambut dan rautan pensil. Semuanya dengan kertas bertuliskan selamat ulang tahun buat anakku.


# Kado sederhana penuh cinta dari teman2 anakku 5 th lalu, masih disimpannya sampai sekarang. Hanya buku tulisnya yg tidak ada krn sudah terpakai. Kotak kecil biru itu sekarang dipakai untuk menyimpan karet rambut #

Anakku tertawa bahagia. Kuusap rambut anakku sambil tersenyum. “Besok kamu ucapkan terima kasih buat teman-temanmu ya …” “Iya, pasti itu..” anakku tersenyum. 

Sekali lagi ada rasa haru hinggap di relung hatiku. Bagi orang dewasa, kado-kado seperti itu mungkin merupakan kado yang teramat sederhana, tapi tidak demikian dalam pandangan seorang anak kecil. Meski hanya diberi sebutir permen, mereka akan senang sekali. Bukan harga kado itu yang menjadikan kado itu begitu bernilai, bukan …. Tapi niat dari si pemberi kado. Kado sederhana yang diberikan dengan ketulusan hati itu akan jauh lebih berharga dari sebuah kado mahal yang diberikan karena terpaksa. 

Dan aku yakin, yakin sekali … jika suatu saat anakku mengundang teman-temannya datang ke rumah untuk merayakan hari ulang tahunnya, bukan kado yang dinantikannya tapi kehadiran teman-temannya merupakan kado tersendiri buat dirinya. Ah begitu indahnya kebersamaan dan rasa pertemanan yang tulus yang ditunjukkan oleh anak-anak kecil itu. Betapa berharganya pelajaran yang kudapat dari kejadian di hari ulang tahun anakku saat itu. Pelajaran sarat makna tentang sebuah kehidupan dari kado-kado sederhana yang sarat cinta didalamnya ….



 # Beberapa hari setelah hari ulang tahun ... kebetulan libur sekolah, kami mengunjungi rumah neneknya di luar kota. Surprise ... anakku dibuatkan kue tart ulang tahun oleh tante nya. "Duh .. cantik sekali kuenya ... makasih tante". Meski hari ulang tahun sudah lewat, masih boleh kan dirayain... Sayang kue cantiknya kalau tidak diabadikan. Ayo tiup lilinnya ...... #

Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara


Samara, Selamat Ulang Tahun ke 3 ya … 
Senyumlah penuh keceriaan, karena senyum Samara adalah kebahagiaan bagi orang tua tercinta.
Semoga Samara bertumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria dan sehat.
Semoga Samara juga selalu dalam perlindungan-Nya setiap waktu. 
Amin …

3 komentar:

  1. Trenyuh sekali saya baca ketulusan teman2 Christi menanti Christi di sekolah untuk memberi ucapan serta kado.

    Sepertinya kita harus belajar dari hal2 kecil seperti ini ya mbak :)

    Terima kasih sdh sharing dan ikutan GA Ultah Samara

    BalasHapus
  2. walaupun sakit yg namanya ultah tetap menyenangkan ya mbak, oya blognya sudah saya follow ya

    BalasHapus
  3. @ Kel.Qudsy : iya mbak, hal2 kecil seperti inipun banyak membuat kita belajar ttg kehidupan. Makasih juga.

    @ Lisa : Hari ultah memang hari yg spesial, meski sedang sakit pasti ada kenangan tersendiri di hari itu. Makasih ya ...

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...