Kamis, 24 Januari 2013

Kerajinan Daur Ulang Yang Membuatku Terpesona

Saat membaca bahwa Ladaka Handicraft membuat Giveaway di Ulang Tahunnya yang ke 3 dan temanya adalah tentang kerajinan, wah langsung saja ingatanku melayang ke tahun 2008 lalu.

Agustus 2008 - Jember Expo

Hujan deras mengguyur kota Jember hari Minggu sore itu, hari terakhir penutupan Jember Expo 2008. Jember Expo itu diadakan sebagai salah satu rangkain dari acara Bulan Berkunjung Jember ( BBJ) yang memang diadakan setiap setahun sekali, biasanya dimulai sekitar bulan Juli. 

Sekitar pukul 7 malam hujan sudah berhenti, aku pergi kesana bersama anakku yang nomor dua. Waduh jalannya masih becek bekas banjir, agak enggan juga rasanya pergi kesana, tapi karena ini adalah hari terakhir expo itu berlangsung dan aku juga sudah terlanjur janji dengan anakku yah terpaksa ditepati. Apalagi memang tempatnya dekat dengan rumahku, tinggal berjalan kaki saja sudah sampai.

Kulihat di depan gedung masih sedikit orang yang berjualan, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Biasanya sih sejak sore sudah banyak berderet-deret orang yang jualan di depan gedung, ikut memanfaatkan acara ini untuk cari tambahan penghasilan. Kali ini terlihat sepi mungkin karena hujan baru saja reda, jadi  baru mau menata dagangannya.

Kami melangkah masuk ke dalam gedung dan mengunjungi berbagai stand yang ada di sana. Tetapi mungkin karena ini adalah hari terakhir, banyak stand yang terlihat kosong, jauh berkurang dibanding dengan awal pembukaannya dulu. 

Yang menarik perhatianku adalah stand kerajinan daur ulang. Aku dan anakku sampai terkagum-kagum dengan kerajinan daur ulang yang dipajang disitu. Unik sekali kelihatannya. Aku menyempatkan mengambil foto kerajinan daur ulang itu, setelah terlebih dahulu meminta ijin dan diperbolehkan oleh orang-orang yang menjaga stand tersebut. Sebetulnya banyak koleksi daur ulang yang dipajang di situ termasuk pohon-pohon bonsai yang indah, ragam kupu-kupu yang mempesona dan lampu-lampu hias yang keren banget. Hanya saja yang kuambil fotonya cuma beberapa saja * Saat memfoto banyak orang yg ngliatin, malu jadinya. Padahal masih banyak yang ingin kufoto -mestinya cuek-cuek aja ya :)) *

Harga kerajinan disitu bervariasi, untuk yang fotonya kuambil dibawah ini harganya sekitar Rp. 200.000 ke atas. Karena saat itu malam hari, maka penampakan kerajinan daur ulang ini tambah tampak kinclong karena tersorot lampu.

Ini dia penampakannya (klik gb untuk memperbesar):



Di situ tertulis SOLD , kata penjaga stand itu berarti kerajinan ini sudah terjual, cuma ikutan dipajang aja.


Yang satu ini tampak unik dengan asap yang terlihat mengepul di bawah hiasan jembatannya. Mungkin ada yang tahu diapain itu ya, kok bisa mengepul gitu ?*Eh itu kopinya si penjaga stand dalam botol kemasan ikutan mejeng he he *



Kreasi pemandangannya keren, ada pohon, rumah, kincir angin dan hewan2 disitu. Suasana hutan nih ...


Nah, kreasi pemandangan dalam guci ini bagus banget, ada air yang mengalir juga lho didalamnya (dibawah jembatan dekat si bangau, kliatan nggak? *klik gambar utk memperbesar* O ya harganya bisa dilihat disitu, Rp. 375.000.

Tak habis-habisnya aku dan anakku mengagumi kerajinan daur ulang itu. Tampak bahwa guci yang sudah pecah dan tak terpakai disulap menjadi demikian indah. Guci yang mungkin oleh pemiliknya sudah dibuang karena sudah pecah bisa menjadi barang pajangan yang berharga.

Aku menyempatkan juga bertanya kepada penjaga stand ..
" Memang kerajinan ini ada di sini ya Pak?"
"Iya .. ada di daerah ini Bu."
"Barang apa saja sih yang bisa didaur ulang dan dibuat kerajinan seperti ini?"
"Banyak ... apa saja yang tidak terpakai bisa kita buat kerajinan daur ulang seperti ini."
"Contohnya apa saja sih Pak?"
" Botol kemasan, kaleng bekas, plastik, barang pecah belah ... masih banyak lagi sih, pokoknya barang yang tak terpakai bisa digunakan lagi."
"Banyak juga yang berminat ya Pak?"
"Iya, syukurlah. Kami bisa mendapat keuntungan yang lumayan.."
"Semoga laris kerajinannya ya Pak, terima kasih ."
"Amiin ... sama-sama Bu."

Saat itu aku diberi brosur dan kartu nama dari orang-orang yang menjaga stand tersebut. Sayang sekali brosur itu hilang sekarang .

Ada beberapa hal yang bisa kudapat dari stand kerajinan ini :

1. Ternyata barang yang dianggap sampah oleh orang lain, bisa disulap menjadi barang yang menarik dan dikagumi banyak orang. 
2. Masih banyak kerajinan di daerahku yang belum kuketahui.
3. Dengan mendaur ulang barang tak terpakai menjadi kerajinan yang menarik ini, bisa mengurangi jumlah pengangguran. Para pengangguran dan pengemis (daripada "keleleran" di jalan mengganggu ketertiban umum) bisa mencoba bekerja membuat kerajinan daur ulang ini, yang notabene modalnya bisa didapat dari benda-benda tak terpakai yang ada di sekitar kita. Mungkin buat para ibu rumah tangga yang mempunyai banyak waktu senggang juga bisa ikut mencoba membuat kerajinan daur ulang seperti ini, lumayan bisa buat menambah uang belanja bulanan.
4. Para pengrajin bisa menambah pendapatan/uang dari penjualan kerajinan daur ulang ini dan bisa membagikan ilmunya kepada yang berminat membuat kerajinan seperti ini.

Hanya ada satu kata yang bisa kulontarkan .... Salut! Salut buat para pengrajin daur ulang ini, salut buat ide dan kreatifitas mereka. Semoga saja bisa menambah pendapatan/uang dari kerajinan ini dan ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway 3 Tahun Ladaka Handicraft.

3 komentar:

  1. Wah baru sekali ini aku lihat yg spt ini. Biasanya kalau daur ulang masih kelihatan bahan aslinya. Biasanya kalau pameran sering spt itu, meskipun sudah laku tp belum boleh dibawa utk display sekalian contoh. Stlh pameran baru dikirim ke alamat masing2 pembeli.

    BalasHapus
  2. Eh, iya. Terima kasih sudah ikut GAku :D

    BalasHapus
  3. Thanks juga mb Lusi.
    Aku juga baru kali itu ngliat daur ulang yang indah seperti itu. Kreatif banget para pengrajinnya. Sayang kartu nama yg dikasih waktu itu hilang ..

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...