Senin, 30 April 2012

Ibuku Inspirasiku


Banyak wanita – wanita hebat di Indonesia ini, dengan berbagai ragam profesi  yang jasanya dibutuhkan oleh masyarakat. Para wanita tersebut bisa memberi insprirasi bagi hidup banyak orang. Bagiku sendiri, wanita yang sangat memberi inspirasi dalam hidupku adalah ibuku sendiri, wanita yang paling dekat denganku, seorang wanita hebat yang sangat kucintai.

Ibu memang tidak berpendidikan tinggi, bukan seorang sarjana ataupun seorang dokter. Ibuku hanya mempunyai sebuah toko kecil  sejak aku tk sampai sekarang aku sudah berumah tangga.  Dari penghasilan toko kecil itulah ibu berhasil menghantarkan  ke 4 orang anaknya menjadi seorang sarjana.

Ibu sungguh seorang yang luar biasa ulet, bekerja keras siang dan malam tanpa lelah untuk kami anak-anaknya. Toko kecil itu dibuka dari jam setengah enam pagi sampai jam sembilan malam tanpa istirahat sama sekali. Ibu tahu kalau penghasilan dari toko saja tidak cukup, maka ibu membeli mesin obras dan neci. Selain itu ibu juga berjualan es batu dan es lilin.

Sepanjang hari ibu bekerja tanpa lelah sambil menjaga kami anak-anaknya, menyempatkan memasak setiap hari di sela kesibukannya. Dan hebatnya tidak pernah ada keluhan terucap di bibir ibu, ibu selalu tersenyum melakukan semua itu. Ibu suka mendongeng sebelum aku tidur, aku suka sekali mendengar cerita ibu, tetapi biasanya sebelum cerita itu selesai ibu sudah jatuh tertidur, sehingga ceritanya jadi cerita bersambung terus. Sewaktu kecil dulu aku masih belum mengerti kenapa ibu selalu tertidur sebelum cerita habis, biasanya kan yang tertidur duluan itu yang diceritain, eh ini kebalikannya. Barulah setelah aku bertambah besar, aku menyadari kalau ibu kekelahan.

Saat aku menghadapi ujian sekolah dan belajar sampai malam hari, ibu selalu menemaniku sambil membuatkan aku teh hangat. Aku tahu ibu capek dan lelah sehabis menjaga toko seharian sampai malam, tapi ibu tidak mau tidur sebelum anak-anaknya tidur. Ya, ibu baru akan beranjak ke tempat tidur setelah semua anaknya tidur dan bangun sebelum anaknya bangun. Jadi bisa dihitung hanya beberapa jam saja ibu tidur setiap harinya.  Jam 3 pagi ibu selalu bangun untuk memasak dan menyiapkan segala keperluan sekolah kami sebelum membuka toko.

Kami tinggal di desa, saat itu listrik masih belum masuk desa. Aku sudah lupa tahun berapa listrik mulai masuk ke desa kami dan kami bisa menikmatinya dengan sangat senang. Aku senang karena bisa belajar dengan penerangan listrik dan menonton televisi. Saat aku beranjak remaja, kalau malam minggu aku selalu menonton FFI bersama ibu. Setiap tahun ibu selalu meluangkan waktu untuk berlibur bersama keluarga, ke tempat rekreasi yang sederhana. Rasa kebersamaan yang penuh cinta ini terbawa sampai sekarang ...

Ibu memang seorang wanita yang sederhana, tidak suka berdandan dan memakai baju yang sederhana juga. Tapi kesederhanaan itu tidak menghapus kecantikan wajahnya, bagiku ibu sangat cantik. Sekarang ibu sudah semakin tua, wajahnya sudah banyak keriput, tangannya juga tak lagi indah, tapi semangatnya tetap membara sampai sekarang. Kecantikan raga boleh musnah tapi kecantikan hati akan tetap abadi selamanya.

Masih terbayang di benakku saat ibu memeluk dan menciumku pada saat aku diwisuda, ada rasa haru dan bangga terpancar di wajahnya. Toko kecil itu masih dijaganya sampai sekarang karena ibu tidak mau menggantungkan hidup kepada anak-anaknya, ibu ingin membelikan sesuatu kepada cucu- cucu ibu dengan hasil keringat ibu sendiri, begitu selalu katanya kepada kami.

Bagiku ibu adalah sosok Kartini yang sejati, kehidupannya selalu memberi inspirasi bagiku untuk menjalani hidup dengan ikhlas, pantang menyerah, ulet, tekun berdoa, sabar dan selalu penuh cinta. Tidak mudah untuk melakukan semua itu, tapi aku akan tetap berusaha menjalani hidup dengan hati yang penuh cinta bagi Tuhan, keluarga dan sesama. Ibu sudah memberikan bekal kepadaku sebagai seorang wanita, karena semodern apapun, setinggi apapun pendidikan wanita itu, sekaya apapun, dan sesukses apapun seorang wanita, semuanya tidaklah sempurna jika tidak dilandasi dengan kecantikan hati.

Suatu saat jika aku mampu mencapai kesuksesan raga dan kesuksesan jiwa itulah, aku tahu ibu pasti akan tersenyum bangga kepadaku…  seperti Kartini yang pasti akan tersenyum bangga juga menyaksikan kaum wanita Indonesia yang dulunya dilecehkan sekarang maju menjadi wanita-wanita yang sukses. Semua tetes keringat, air mata, dan doa itu tidaklah akan sia-sia ….

(image by Google).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...