Senin, 30 April 2012

Kartini Sejati

 Kupandang wajah tuamu yang berkeriput
Kulihat tanganmu yang tak lagi indah
Kulihat badanmu yang mulai renta
Ragamu sudah berubah , tapi semangat dan cintamu tetaplah sama

Engkaulah Kartini sejati dalam hidupku
Yang menyinari hidupku dengan hangatnya cintamu
Mendampingi hari-hariku dengan senyum dan kelembutanmu
Melindungiku dengan untaian doa yang tak kunjung putus

Jadilah seorang Kartini yang sejati anakku, begitu katamu
Jadilah seorang wanita yang berpendidikan tinggi, yang sukses dalam pekerjaan
Sempurnakanlah semua itu dengan kecantikan jiwa,
Berikanlah cinta kepada Tuhan, keluarga dan sesamamu
Kecantikan hati seorang wanita harus tetap kau jaga, hati yang murni, putih bersih dan menebar kebaikan, melakukan segala sesuatu dengan penuh cinta ..
Saat kesuksesan raga dan jiwa menyatu, saat itulah kau akan menjadi seorang Kartini Sejati ..

Ibu, semoga aku bisa menjadi seperti harapanmu …
Kelak , bila impian itu terjadi, aku tahu engkau akan tersenyum bahagia …
Kebahagiaan seorang ibu yang tak bisa tergantikan oleh apapun juga
Karena anaknya bisa menjelma menjadi Kartini sejati seperti yang diharapkannya ….

Ibuku Inspirasiku


Banyak wanita – wanita hebat di Indonesia ini, dengan berbagai ragam profesi  yang jasanya dibutuhkan oleh masyarakat. Para wanita tersebut bisa memberi insprirasi bagi hidup banyak orang. Bagiku sendiri, wanita yang sangat memberi inspirasi dalam hidupku adalah ibuku sendiri, wanita yang paling dekat denganku, seorang wanita hebat yang sangat kucintai.

Ibu memang tidak berpendidikan tinggi, bukan seorang sarjana ataupun seorang dokter. Ibuku hanya mempunyai sebuah toko kecil  sejak aku tk sampai sekarang aku sudah berumah tangga.  Dari penghasilan toko kecil itulah ibu berhasil menghantarkan  ke 4 orang anaknya menjadi seorang sarjana.

Ibu sungguh seorang yang luar biasa ulet, bekerja keras siang dan malam tanpa lelah untuk kami anak-anaknya. Toko kecil itu dibuka dari jam setengah enam pagi sampai jam sembilan malam tanpa istirahat sama sekali. Ibu tahu kalau penghasilan dari toko saja tidak cukup, maka ibu membeli mesin obras dan neci. Selain itu ibu juga berjualan es batu dan es lilin.

Sepanjang hari ibu bekerja tanpa lelah sambil menjaga kami anak-anaknya, menyempatkan memasak setiap hari di sela kesibukannya. Dan hebatnya tidak pernah ada keluhan terucap di bibir ibu, ibu selalu tersenyum melakukan semua itu. Ibu suka mendongeng sebelum aku tidur, aku suka sekali mendengar cerita ibu, tetapi biasanya sebelum cerita itu selesai ibu sudah jatuh tertidur, sehingga ceritanya jadi cerita bersambung terus. Sewaktu kecil dulu aku masih belum mengerti kenapa ibu selalu tertidur sebelum cerita habis, biasanya kan yang tertidur duluan itu yang diceritain, eh ini kebalikannya. Barulah setelah aku bertambah besar, aku menyadari kalau ibu kekelahan.

Saat aku menghadapi ujian sekolah dan belajar sampai malam hari, ibu selalu menemaniku sambil membuatkan aku teh hangat. Aku tahu ibu capek dan lelah sehabis menjaga toko seharian sampai malam, tapi ibu tidak mau tidur sebelum anak-anaknya tidur. Ya, ibu baru akan beranjak ke tempat tidur setelah semua anaknya tidur dan bangun sebelum anaknya bangun. Jadi bisa dihitung hanya beberapa jam saja ibu tidur setiap harinya.  Jam 3 pagi ibu selalu bangun untuk memasak dan menyiapkan segala keperluan sekolah kami sebelum membuka toko.

Kami tinggal di desa, saat itu listrik masih belum masuk desa. Aku sudah lupa tahun berapa listrik mulai masuk ke desa kami dan kami bisa menikmatinya dengan sangat senang. Aku senang karena bisa belajar dengan penerangan listrik dan menonton televisi. Saat aku beranjak remaja, kalau malam minggu aku selalu menonton FFI bersama ibu. Setiap tahun ibu selalu meluangkan waktu untuk berlibur bersama keluarga, ke tempat rekreasi yang sederhana. Rasa kebersamaan yang penuh cinta ini terbawa sampai sekarang ...

Ibu memang seorang wanita yang sederhana, tidak suka berdandan dan memakai baju yang sederhana juga. Tapi kesederhanaan itu tidak menghapus kecantikan wajahnya, bagiku ibu sangat cantik. Sekarang ibu sudah semakin tua, wajahnya sudah banyak keriput, tangannya juga tak lagi indah, tapi semangatnya tetap membara sampai sekarang. Kecantikan raga boleh musnah tapi kecantikan hati akan tetap abadi selamanya.

Masih terbayang di benakku saat ibu memeluk dan menciumku pada saat aku diwisuda, ada rasa haru dan bangga terpancar di wajahnya. Toko kecil itu masih dijaganya sampai sekarang karena ibu tidak mau menggantungkan hidup kepada anak-anaknya, ibu ingin membelikan sesuatu kepada cucu- cucu ibu dengan hasil keringat ibu sendiri, begitu selalu katanya kepada kami.

Bagiku ibu adalah sosok Kartini yang sejati, kehidupannya selalu memberi inspirasi bagiku untuk menjalani hidup dengan ikhlas, pantang menyerah, ulet, tekun berdoa, sabar dan selalu penuh cinta. Tidak mudah untuk melakukan semua itu, tapi aku akan tetap berusaha menjalani hidup dengan hati yang penuh cinta bagi Tuhan, keluarga dan sesama. Ibu sudah memberikan bekal kepadaku sebagai seorang wanita, karena semodern apapun, setinggi apapun pendidikan wanita itu, sekaya apapun, dan sesukses apapun seorang wanita, semuanya tidaklah sempurna jika tidak dilandasi dengan kecantikan hati.

Suatu saat jika aku mampu mencapai kesuksesan raga dan kesuksesan jiwa itulah, aku tahu ibu pasti akan tersenyum bangga kepadaku…  seperti Kartini yang pasti akan tersenyum bangga juga menyaksikan kaum wanita Indonesia yang dulunya dilecehkan sekarang maju menjadi wanita-wanita yang sukses. Semua tetes keringat, air mata, dan doa itu tidaklah akan sia-sia ….

(image by Google).

Sabtu, 28 April 2012

Pentingnya Peran Ibu Dalam Kesehatan Keluarga dan Negara

 Kesehatan itu mahal harganya, apalah artinya kekayaan jika tubuh tidak sehat dan penuh penyakit? Uang bisa dicari tetapi kesehatan tidak. Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Karena itulah kesehatan harus terus dijaga, mulai dari lingkungan yang paling dekat terlebih dahulu, yaitu keluarga.
Kebiasaan hidup sehat didalam keluarga harus dilakukan sejak dini. Jika disiplin dalam kesehatan di lingkungan keluarga, maka menjaga kesehatan di luar rumah, seperti di sekolah, di kantor atau di lingkungan luar lainnya akan lebih mudah dilakukan. Jika kesehatan di keluarga dan lingkungan sudah terbina maka akan berdampak secara keseluruhan terhadap kesehatan di Negara kita.

Dan sebagai penggerak, promotor kesehatan itu biasanya adalah para wanita. Para wanita yang sudah berkeluarga terlebih yang sudah mempunyai anak, pasti akan sangat berhati-hati sekali dengan asupan yang dimakan untuk buah hatinya. Para ibu ini akan bersusah payah meluangkan waktunya untuk memasak bagi keluarga. Sudah pasti masakan ibu akan jauh lebih bersih dan lebih sehat dari makanan yang dibeli di luar. Selain itu sang ibu dengan kreatif bisa mengkreasikan bahan-bahan makanan yang ada berdasar kesukaan masing-masing anggota keluarga. Hanya ibu yang bisa mengerti apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh suami dan anak-anaknya. Makanan yang disajikan sang ibu, meskipun tanpa penyedap dan pengawet,  akan jauh terasa lebih nikmat karena disajikan dengan penuh cinta dan keikhlasan hati  seorang ibu. Seorang ibu meskipun tidak pandai memasak, secara naluriah akan terus belajar untuk memberikan masakan yang terbaik bagi keluarga. Bagi yang mempunyai anak yang masih sekolah di  sekolah dasar, bisa membawakan bekal makanan dari rumah dengan menu yang bervariasi tiap hari agar si anak tidak menjadi bosan.

Sungguh, alangkah mirisnya jika melihat anak-anak sekolah dasar yang suka membeli makanan yang banyak dijual di depan sekolah. Bentuknya yang beragam sangat menarik hati ditambah dengan warna yang memikat, apalagi harga yang ditawarkan cenderung murah. Tetapi kita tidak tahu bahan apa yang terkandung di dalamnya, berbahaya atau tidak terhadap kesehatan kita, layak atau tidak untuk dimakan. Para ibu pasti akan memberikan pengarahan kepada anaknya agar jangan membeli makanan sembarangan yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Dan ini tidak mudah, perlu waktu yang lama dan nasehat yang berulang kali diucapkan agar muncul kesadaran diri dari si anak terhadap kesehatannya sendiri. Kesadaran akan kesehatan yang muncul dari kesadaran diri sendiri akan jauh lebih langgeng dan menetap, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh teman dan lingkungannya.

Selain makanan, para ibu biasanya juga sangat disiplin akan kebersihan badan, mandi, menggosok gigi, mencuci tangan sebelum makan dan mencuci kaki sebelum tidur malam. Anak-anak dibiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain di luar rumah.  Meskipun dibilang cerewet oleh anaknya karena banyaknya disiplin tentang kesehatan badan ini, pastilah sang ibu tetap akan terus dan terus memberi contoh dan menasehati anaknya. Lambat laun ini akan menjadi kebiasaan di dalam rumah.

Selain itu para ibu ini juga memberi contoh menjaga kesehatan dengan berolah raga secara teratur. Meskipun mungkin alasan utamanya untuk menurunkan berat badan atau membuat badan langsing ( ibu yang sudah melahirkan anak biasanya badannya kan lebih gemuk), tetapi ini juga akan bisa membuat suami dan anak-anak ikut-ikutan juga berolah raga.

Jika sudah terbiasa hidup sehat dalam lingkungan keluarga, maka disiplin ini akan terbawa ke luar lingkungannya. Bayangkan jika setiap individu melakukan ini dengan baik, maka kesehatan Negara juga akan terjaga. Alangkah indahnya jika Negara ini bersih dan sehat dari segala penyakit, warga pasti akan hidup dengan nyaman dan bahagia.

Sangat tepatlah jika dikatakan bahwa peran ibu itu sangat penting dalam kesehatan keluarga dan Negara. Ayo para wanita Indonesia khususnya para ibu  mari kita buktikan ..!! Tetap semangat ya, meskipun  kita dikatakan cerewet, yang penting kan keluarga menjadi sehat ..!! Sehat jiwa raga .. !!

tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...