Senin, 30 Juni 2008

Kue Ulang Tahun buat Pak Guru

Ini sekedar cerita tentang anakku, Christina yang duduk di kelas 2 SD. Tanggal 4 Juni lalu, pulang sekolah dia bercerita kalau gurunya akan berulang tahun 2 hari lagi. "Aku pengen kasih hadiah, hadiah apa ya ma?" "Ya kamu pengen memberi apa?" Dia bingung memberi hadiah apa, mau dikasih coklat gurunya pernah bilang ndak suka coklat, sukanya buah. "Sekarang gini aja, uangmu ada berapa, dari situ baru dipilih mau diberi hadiah apa." Papanya yang ada disitu ikutan nimbrung,"Kenapa ndak ngajak temen-temenmu urunan, ngumpulin uang. Kan jadi banyak, pilihan buat hadiahnya kan jadi banyak juga." Besoknya disekolah dia betul-betul ngajakin teman-temannya urunan buat beli kado, ada yang mau ada yang ndak mau. Akhirnya pulang sekolah diitung-itung terkumpul Rp. 18.000, itupun karena 1 anak ada yg nyumbang Rp.10.000, ya lumayanlah, lha ngumpulin uangnya cuma 1 hari, besoknya gurunya sudah berulang tahun. Uang itu akhirnya dibelikan kue tart mini sesuai kesepakatan teman-temannya tadi. Kuenya kecil dengan hiasan badut di tengahnya. Besok paginya sebelum gurunya datang papan tulis sudah ditulisi "Happy Birthday Pak Samsul ( nama gurunya) !" , lampu kelas dimatikan. Begitu gurunya masuk, lampu dinyalakan dan semua menyanyi lagu Happy Birthday, kue tart itu diberikan. Anakku begitu antusias menceritakan kejadian hari itu, dari binar di matanya terlihat dia begitu senang bisa memberikan kue ulang tahun buat gurunya, meskipun hadiah itu cuma merupakan hadiah yang sangat kecil dan tidak seberapa besar harganya. Dia bilang, gurunya senang menerima hadiah itu. Aku juga ikutan senang. Jika saja aku yang menjadi gurunya, aku pasti akan merasa bahagia dan mungkin juga bisa terharu. Anak didikku yang masih kecil-kecil ternyata bisa juga perhatian dengan gurunya, dan yang paling hebat adalah keberhasilan dalam membangun hubungan kelompok , merencanakan dan melaksanakan suatu tugas dalam usianya yang belia. Yang dinilai bukan murah atau mahalnya suatu pemberian, melainkan perhatiannya. Pemberian sekecil apapun jika diberikan dengan penuh perhatian dan hati yang tulus tanpa pamrih, akan lebih berarti dan mendatangkan kebahagiaan yang berlimpah, baik kepada yang memberi terlebih kepada yang menerimanya.

abothil vs obat tetes mata

Bagi yang punya abothil dan juga punya obat tetes mata, hati-hati ya. Lho memangnya kenapa? Aku punya pengalaman, waktu akan menetesi mata anakku, yang kuambil ternyata bukan obat tetes mata melainkan abothil, untung saja belum kuteteskan waktu kulihat ujungnya kok warnanya coklat, kaget tentu saja. Kalau kadung diteteskan, wah gimana...aku ndak bisa bayangkan, mungkin penyesalan seumur hidup kali ya. Dan pengalaman ini bukan aku saja yang pernah mengalami, saudaraku juga pernah mengalaminya. Jadi kemungkinan ada juga orang lain yang mempunyai pengalaman yang sama. Karena itu sekarang kalau menyimpan abothil lebih baik tidak ditempatkan dalam tempat penyimpanan yang sama, atau abothil & obat matanya masing-masing dimasukkan dalam kotak kemasannya sendiri, jadi kalau mau pakai kan mesti buka kotaknya dulu, pasti namanya juga kelihatan. Punyaku waktu itu kan tidak kumasukkan dalam kemasannya, disimpan dalam tempat obat yang sama pula. Karena bentuknya sama dengan bentuk obat tetes mata itu, ya.. salah ambil deh.

Katak Emas


Di rumahku sekitar bulan Nopember 2007 lalu, ada seekor katak, masuk ke dalam rumah tepatnya di kamar mandi. Aku menyebutnya katak emas karena kulitnya berwarna kuning terang seperti emas. Katak ini tidak seperti katak yang biasanya kulihat, kaki-kakinya lebih lebar dan melekat kuat di dinding, suaranya juga lain seperti bunyi cit... cit.... (eh ini bunyinya katak atau tikus ya?). Diusir-usir ndak mau ke luar dari kamar mandi, paling-paling pindah posisi tempatnya saja, tapi tetap di dalam kamar mandi. Akhirnya dibiarkan saja, pikirnya sih nanti juga ke luar sendiri. Jadinya ya kalau mandi sambil tengok kanan tengok kiri, mandinya cepet-cepetan takut dilompati sama kataknya .... hi..... ngeri..! Akhirnya setelah beberapa lama keluar juga tuh katak dan hilang entah ke mana. Tapi sebelum itu suamiku sempat iseng memotret si katak emas itu. Buat yang ingin tahu fotonya, lihat saja disini.

Rabu, 18 Juni 2008

gosong

Wah gara-gara main internet, lupa deh sama air panas yang lagi kurebus didapur. Bisa kebayang kan apa yang terjadi .. gosong!!! Dapur udah bau gas semua , ini sih pemborosan yang tak disengaja namanya. Boros elpiji , boros duit ! Ya ndak apalah , memang lupa mau diapain lagi coba? Paling-paling dalam hati omong sendiri, lain kali harus lebih hati-hati. Ok!

Senin, 16 Juni 2008

posting pertama

ini baru diajari suamiku bikin blog.
maunya dikasih judul: diary seorang istri kesepian atau diary istri alzheimer, cuma aku nggak mau.
Bingung kasih judul, sementara ya judulnya cuma diary

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...